KABAR MADURA | Dampak kemarau mulai dirasakan warga Sampang. BPBD mencatat, 11 dari 14 kecamatan di Sampang terancam kekurangan air bersih.
Kepala BPBD Sampang Chandra Ramadhani Amin mengungkapkan, kondisi tersebut akibat kemarau basah yang saat ini terjadi.
“Meski hujan turun sesekali, jumlah debit air bersih belum memadai untuk kebutuhan warga,” ujarnya, Rabu (6/7/2025).
Menurutnya, BPBD telah mendata wilayah rawan dan akan diajukan ke bupati untuk dianggarkan kebutuhan penanganan bagi warga terdampak.
Mengenai desa dan kecamatan mana saja yang rawan kekeringan, Chandra mengaku belum bisa merinci, dengan alasan masih proses pengesahan dari bupati.
“Sekarang masih proses SK Bupati, nanti saya kabari lagi,” tambahnya.
“Planning distribusi bantuan air bersih saat ini sedang dalam penyusunan. Nantinya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tingkat kebutuhan kondisi di setiap lokasi terdampak,” pungkasnya. (yan/din)





