KABAR MADURA | Dari 189 desa dan kelurahan di Pamekasan, masih terdapat sekitar 30 Koperasi Merah Putih (KMP) yang belum memiliki akun microsite. Padahal, akun tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk mengajukan akses permodalan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan Muttaqin menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu data rinci mengenai KMP yang belum membuat akun microsite tersebut. Kendala spesifik yang dihadapi masing-masing koperasi juga belum bisa dipastikan.
“Dari kementerian disebutkan ada sekitar 30 yang belum, tapi datanya belum kami terima secara rinci. Kalau sudah ada, tentu bisa kami sisir satu per satu dan lakukan pendekatan khusus untuk membantu mereka,” jelasnya, Rabu (24/9/2025).
Sebagai tindak lanjut, Diskop UKM Naker telah mengagendakan rapat koordinasi secara daring bersama seluruh KMP di Pamekasan. Rapat tersebut akan difasilitasi melalui aplikasi Zoom dan melibatkan kementerian terkait, dengan harapan mendorong percepatan pembuatan akun microsite bagi koperasi yang belum memiliki.
“Sudah kami undang semuanya untuk mengikuti rapat via Zoom bersama kementerian. Mudah-mudahan ada perkembangan positif setelah ini,” tambahnya.
Muttaqin menegaskan, keberadaan akun microsite sangat penting karena tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk memperjelas alamat dan legalitas koperasi di tingkat pusat.
Dia mengakui bahwa meski seluruh Koperasi Merah Putih di Pamekasan telah berdiri 100 persen, operasionalnya belum berjalan maksimal. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan modal usaha. Karena itu, Diskop UKM Naker berupaya melakukan berbagai fasilitasi, termasuk mempertemukan para pengurus koperasi dengan sejumlah BUMN seperti Pertamina, Bulog, Pupuk Indonesia, serta Bank Himbara.
“Ini kan koperasi baru, semuanya berangkat dari nol. Kendala utama memang di permodalan. Karena itu, kami dorong agar mereka segera melengkapi persyaratan, termasuk akun microsite, supaya bisa mengakses permodalan dan segera beroperasi,” pungkasnya. (rul/ong)





