KABAR MADURA | | Realisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini sudah rampung sepenuhnya di tujuh desa penerima. Namun hingga triwulan keempat mulai berjalan, surat pertanggungjawaban (SPj) setiap desa belum ada yang disetor.
Staf Fungsional Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan M. Rahman mengatakan, masing-masing BUMDes kini mulai mengerjakan SPj-nya. Hanya saja memang belum selesai seratus persen.
“Untuk realisasinya sudah semua, tapi untuk SPj-nya masih belum. Masih ada waktu,” ungkapnya, Rabu (16/10/2024).
Rahman mengungkapkan, pihaknya telah menargetkan SPj tersebut selesai sebelum akhir tahun. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendampingan agar laporan pertanggungjawaban itu segera diselesaikan oleh masing-masing penerima.
Kendati belum ada yang menyetorkan, pihaknya kembali mengajukan tujuh desa untuk mendapatkan anggaran jumbo dari provinsi itu khusus tahun depan. Sebab, masih harus diverifikasi oleh pemprov. Sehingga, harus diusulkan sebelum tutup tahun.
Adapun tujuh desa yang diajukan untuk mendapatkan BKK BUMdes tahun depan adalah Desa Galis, Kecamatan Galis; Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu; Desa Grujugan, Desa Larangan; Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar; Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean; Desa Bicorong, Kecamatan Pakong; dan Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.
“Usaha yang diajukan ada yang wisata, selebihnya rata-rata pertokoan,” terangnya.
Sekadar diketahui, desa yang mendapatkan BKK BUMDes tahun ini adalah Desa Laden, Desa Waru Timur, Desa Sotabar, Desa Tanjung, Desa Sana Daya, Desa Tampojung Pregi, dan Desa Batukerbuy. Masing-masing mendapatkan Rp100 juta. (nur/zul)





