Tera Ulang SPBU di Pamekasan Tidak Menemukan Pelanggaran Signifikan

News, Berita152 views

KABAR MADURA | Kegiatan tera ulang stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pamekasan sudah menyasar semua lokasi, yakni 13 SPBU. Dengan begitu, kegiatan tera ulang itu sudah tidak lagi dilakukan. Pasalnya, hanya dianggarkan satu kali kegiatan dalam  setahun. 

Pengawas Kemetrologian Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Rasyid Baadilla mengatakan, secara umum kegiatan wajib  tera ulang memang akan dimulai kembali pada 2025 mendatang. 

Namun, apabila ada pengajuan dari pihak SPBU atau aduan, pihaknya tetap membuka layanan tera ulang berdasarkan ajuan atau permintaan tersebut. 

“Terakhir kegiatan di daerah Pasean. Karena sudah terealisasi semua, jadi sekarang tidak lagi dilakukan tera ulang, kecuali ada pengajuan atau permintaan,” tuturnya, Rabu (16/10/2024). 

Baca Juga:  Disperindag Pamekasan Mulai Perbaiki Teras Pasar 17 Agustus yang Ambruk

Disebutkan, dari hasil tera ulang yang dilakukan, tidak ada pelanggaran yang cukup signifikan di setiap SPBU. Hanya saja, terdapat beberapa alat yang perlu dilakukan perbaikan. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Kata Rasyid, apabila ditemukan alat tidak sesuai dengan standar, maka dilakukan beberapa penindakan, mulai dari teguran hingga penyegelan alat tidak boleh dipakai, sampai diperbaiki sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

“Maksimalnya 100 ml/20 liter, lebih dari itu tidak boleh,” jelasnya. 

Baca Juga:  Temuan Sidak Pangkalan di Pamekasan: Usaha Laundry Gunakan Elpiji Subsidi

Tahun ini, lanjut Rasyid, untuk kegiatan pengawasan kemetrologian, hanya mendapatkan anggaran Rp35 juta. Hal itu masih terbilang minim. Sebab, kegiatannya tidak hanya mencakup tera ulang SPBU, melainkan juga tera ulang timbangan. 

Tera ulang timbangan itu tidak hanya menyasar ke sejumlah pasar, akan tetapi juga sejumlah gudang, terlebih ke gudang tembakau yang lebih dimasifkan pada musim pembelian. 

“Rp35 juta terbilang minim karena mencakup keseluruhan kegiatan. Tapi kami upayakan semaksimal mungkin,” ujarnya. (nur/zul)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *