95 SPPI Pamekasan Hasil Rekrutmen untuk Dapur MBG Diparkir

Pendidikan, Berita224 views

KABAR MADURA | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi di Pamekasan tampaknya masih jauh dari kata optimal. Hal ini terlihat dari kondisi 95 dari total 102 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang hingga kini belum mendapat penugasan.

Padahal, mereka telah dinyatakan tuntas mengikuti pendidikan pada batch ketiga. Namun karena keterbatasan jumlah dapur MBG yang beroperasi, SPPI ini masih harus menunggu kejelasan tugas.

“SPPI siap ditugaskan menjadi SPPG, tetapi ada sebagian SPPI tidak hanya menjadi kepala satuan SPPG tetapi menjadi korwil juga untuk sementara ini,” ungkap Koordinator Wilayah MBG Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Triarif, saat dikonfirmasi pada Kamis (24/7/2025).

Dari keterangan Hariyanto, terdapat 102 SPPI di Pamekasan hasil rekrutmen dalam tiga gelombang: batch pertama sebanyak 4 orang, batch kedua 3 orang, dan batch ketiga melonjak drastis menjadi 95 orang. Ironisnya, hanya 7 dapur MBG yang saat ini beroperasi di Pamekasan, sehingga hanya tujuh SPPI pula yang bisa bertugas.

Baca Juga:  Dinkes Pamekasan Uji Lab Sampel Susu MBG yang Diduga Berulat

Ketujuh dapur tersebut tersebar di lima kecamatan, di antaranya Kecamatan Pamekasan dan Proppo masing-masing memiliki dua dapur, Kecamatan Pademawu, Batumarmar, dan Pasean masing-masing memiliki satu dapur.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dalam kesiapan dan arah pengembangan program MBG di daerah, setiap dapur hanya bisa diisi satu orang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadikan 95 SPPI yang baru lulus seperti ‘parkir’ tanpa kepastian. Kendati begitu, Hariyanto mengklaim bahwa penambahan dapur sebenarnya sedang dalam proses. 

Baca Juga:  Satgas MBG Pamekasan dan BGN Hasilkan 4 Catatan

“Kalau dapur akan terus bertambah, saat ini sudah ada surat yang turun dari pusat dan sudah dilakukan verifikasi, kalau yang sudah diverifikasi terdapat 8 dapur, tapi progresnya masih melengkapi peralatan yang kurang, sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional, mulai dari bangunan, peralatan dan kendaraan, serta lainnya,” jelasnya.

Sayangnya, hingga kini belum ada dapur MBG yang difokuskan untuk lingkungan pesantren. Hariyanto mengaku masih menunggu petunjuk dari pusat. 

“Untuk ini Pamekasan belum ada, untuk ke depannya belum tahu, menunggu arahan dari pusat,” pungkasnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *