KABARMADURA.ID | SAMPANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memastikan ketersediaan beras masih aman. Namun, untuk harga beras diakui belum bisa dikendalikan.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sampang Moh. Farid Makruf, melalui stafnya Yayuk mengatakan, sementara ini kesediaan beras di Sampang masih aman, bahkan sampai akhir tahun 2023. Ketersediaan beras itu tersimpan dalam bentuk gabah di sejumlah lumbung pangan yang sudah dibangun.
“Kalau disimpan dalam bentuk beras, tiga bulan harus didistribusikan. Jadi, kami stoknya berbentuk gabah,” ucapnya, Rabu (30/8/2023).
Disebutkan, stok gabah sebanyak 8 ton. Itu tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Kedungdung 2 ton, Torjun 1,5 ton, Kota Sampang 2 ton, Omben 1,5 ton, dan Jrengik 2 ton.
Kemudian, untuk mengatasi melonjaknya harga beras, pemkab mengadakan bazar Gerakan Pangan Murah. Dalam bazar tersebut menyediakan bahan pangan yang lebih murah dari pasar biasanya. Hal itu, kata Yayuk, dinilai untuk membantu dan meringankan beban masyarakat, seperti yang sudah terlaksana di Alun-Alun Sampang beberapa hari yang lalu.
Dia menambahkan, ketersediaan kebutuhan beras untuk di kepulauan, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Selain itu, juga ditunjang dengan adanya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat.
Sementara Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang Chairijah menjelaskan, harga beras mengalami kenaikan. Saat ini harga beras premium berkisar Rp13.000, dan beras kualitas medium Rp10.650.
Sehingga, pihaknya selalu meminta update laporan harga bahan pokok, termasuk beras, setiap hari. Selain itu, juga mengadakan operasi pasar. Tujuannya agar bisa mengatasi inflasi.
“Kalau untuk kebutuhan pokok di Sampang sendiri masih aman,” ujarnya.
Pewarta: KM70
Redaktur: Sule Sulaiman





