KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan tidak memiliki anggaran yang pasti untuk penanggulangan kebencanaan. Selama ini, pasukan orange ini hanya mengandalkan bantuan tak terduga (BTT) ketika menanggulangi bencana. Bahkan nominalnya tidak menentu, tergantung dari kedaruratan bencana yang dialami. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, Senin (23/10/2023).
Menurutnya, nominal anggaran BTT setiap bencana tidak sama. Sebab tergantung pada potensi dampak yang dihasilkan dari bencana tersebut. Seperti banjir, longsor dan bencana alam lainnya. Kendati tidak memiliki anggaran yang pasti, tidak akan membatasi dalam penanggulangan bencana.
“Adanya hanya BTT. Itupun tergantung dari jenis bencana yang terjadi. Seperti banjir, kira-kira butuh berapa, kebakaran, pohon tumbang, kekeringan dan bencana alam lainnya,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, apabila anggaran BTT tersebut tidak cukup, maka perlu adanya pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Sejauh ini, terdapat berapa bencana yang terjadi. Diantaranya, kebakaran, pohon tumbang dan kekeringan. Sedangkan untuk penanggulangan bencana yang berpotensi terjadi saat musim hujan, belum dipetakan.
“Karena saat ini masih memasuki musim kemarau yang notabene bencananya berupa kekeringan,” tuturnya.
Ditegaskan, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perkiraan awal musim hujan di Jatim akan terjadi pada bulan November. Paling lambat terjadi pada Januari 2024. Sementara puncaknya, diprediksi terjadi pada bulan Februari 2024 mendatang.
“Untuk kedaruratan bencana musim hujan belum dirancang seperti apa. Karena sekarang masih musim kemarau. Prediksinya, hujan turun November itupun hanya di beberapa wilayah Jatim,” tegasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Totok Iswanto





