KABARMADURA.ID | SUMENEP-Semarak Hari Jadi (Harjad) Sumenep ke-754 cukup luar biasa. Selain dirayakan dengan berbagai macam kesenian dan budaya, sajian promosi Kota Tua Kalianget juga menjadi agenda penting pada harjad tahun ini. Sebab, dalam sejarahnya Kalianget merupakan daerah yang ditetapkan sebagai kota lama di Sumenep.
Tujuannya, sebagai upaya mengenalkan Kota Tua Kalianget serta mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah lahirnya kota yang identik dengan slogan Kota Keris. Selain memiliki nilai sejarah, Kecamatan Kalianget merupakan satu-satunya kota modern di Madura. Kondisi ini dibuktikan dengan adanya infrastruktur di Kalianget.
“Penataan Kota Tua Kalianget sudah lebih modern dan maju dibandingkan kota lain di Madura, bahkan Nusantara, yang dibangun oleh Belanda sejak sekitar 1705 M,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada Kabar Madura, Minggu (29/10/2023).
Pria yang digadang-gadang maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) ini menuturkan, sejarah Kota Tua Kalianget harus diketahui oleh semua masyarakat Sumenep. Hal itu, sebagai bukti nyata bahwa peradaban Sumenep sudah ada sejak dulu.
“Kota tua ini (Kalianget red) sangat istimewa, dalam sejarah ada beberapa sarana infrastruktur seperti pelabuhan, Benteng Loji Kantang dan Benteng Kalimo’ok merupakan peninggalan Belanda dan saat ini masuk sebagai cagar budaya,” jelasnya.
Bahkan, menyajikan drama kolosal tentang pelantikan Arya Wiraraja sebagai Adipati di Kota Tua Kalianget cukup menyedot ribuan masyarakat. Pada kesempatan itu, Bupati Achmad Fauzi Wongsjudo sebagai Arya Wiraraja menerima pataka Keraton Songennep.
Prosesi pelantikan Arya Wiraraja sebagai adipati pada Hari Jadi Ke-754 Kabupaten Sumenep di Kota Tua Kalianget disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat. Pada drama kolosal tersebut, Bupati Fauzi Wongsojudo menerima pataka Keraton Songennep sebagai sosok Arya Wiraraja.
“Alhamdulilah masyarakat tampak antusias menyaksikan, ribuan warga juga menikmati sajian berbagai sejarah dan budaya di Sumenep pada Harja ke754 tahun ini,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Totok Iswanto





