KABAR MADURA | Tonggak baru birokrasi di Kabupaten Sumenep resmi dimulai. Agus Dwi Saputra dilantik sebagai sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Sumenep oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kamis (26/2/2026), dalam suasana khidmat dan penuh semangat perubahan.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Agus Dwi Saputra tampak memasuki ruang pelantikan secara bersamaan melalui pintu tengah, simbol sinergi dan kekompakan pimpinan daerah dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Dalam sambutannya, Achmad Fauzi menegaskan peran vital sekda sebagai motor penggerak birokrasi. Dia menginginkan ritme kerja pemerintahan yang lebih cepat, responsif, dan terukur.
“Saya ingin cepat,” tegasnya.
Menurutnya, sekda memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berjalan selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta wakil kepala daerah. Implementasi program, kata dia, harus tepat sasaran demi mempercepat pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Tidak hanya itu, Fauzi juga mengingatkan agar sekda tidak terpaku pada pekerjaan administratif semata.
“Sekda itu sekali-kali juga harus turun ke masyarakat supaya mendengarkan langsung aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Sebelum dipercaya menjabat sekda, Agus Dwi Saputra telah banyak mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Agus pernah menjabat sebagai kepala Dinas Perdagangan Sumenep, kemudian memimpin dinas pendidikan, dan terakhir menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.
Pengalaman lintas sektor tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk menyatukan langkah birokrasi, memperkuat koordinasi antar-OPD, serta memastikan program pembangunan berjalan efektif dan efisien.
Penunjukan Agus sebagai sekda merupakan pilihan langsung bupati, yang menaruh harapan besar pada kepemimpinan dan kapasitas manajerialnya. Dengan latar belakang pengalaman yang komprehensif, Agus Dwi Saputra diharapkan mampu membawa birokrasi Kabupaten Sumenep semakin solid, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum percepatan kinerja pemerintahan,” pungkasnya. (ara/waw)






