11 Desa di Sumenep Dinyatakan Rawan Kasus Stunting 

News221 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin menekankan agar kasus stunting di Sumenep mendapatkan perhatian dan ada  pembinaan intens yang fokus pada pengentasannya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, terdapat 11 desa di Sumenep rawan stunting, yakni di Desa Essang, Semaan, Gadu Timur, Montorna, Longos, Baban, Basoka, Banaresep Timur, Rombenguna, Keles, dan Desa Tambaagung Timur.

“Pada pelaksanaan pembinaan di 11 desa, paling tidak dibentuk pendamping di masing-masing desa,” beber politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Selasa (7/11/2023).

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Ida Winarni menegaskan wabwa wilayah rawan stunting tersebut sedang dilakukan pembinaan. Juga sudah membuat tim di tingkat desa bernama gerakan eliminasi TBC. 

“Hal itu sedang dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak desa,” tegasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dalam penanganannya, dibantu dari TNI dan Polri melalui polsek, koramil, puskesmas, dan tokoh masyarakat. 

“Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya,” ucap dia.

Pewarta: Imam Mahdi 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *