KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kondisi Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) selama 10 tahun terakhir mengalami peningkatan. Dari 143.101 RTUP saat ini di atas 170.000 RTUP. Kenaikan tersebut terjadi pada dua sektor. Masing-masing, RTUP pengguna lahan dan RTUP Gurem. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Anwar melalui Staf Pranata Komputer Ahli Pertama Wahyu Pamungkas, Selasa (12/12/2023).
Menurutnya, di tahun 2013 lalu prosentase dua sektor RTUP cukup rendah, hanya sekitar 141.602 RTUP dan 108.186 unit. Saat ini menjadi 173.334 RTUP dan 143.186 unit. Peningkatan RTUP di dua sektor terjadi lantaran semangat kerja orang tua serta adanya regenerasi berkelanjutan di bidang atau sektor pertanian. Kondisi tersebut diketahui berdasarkan sensus yang digelar tahun ini.
“Tidak sedikit warga yang sukses di bidang pertanian, apalagi kaum muda yang penuh dengan ide baru serta pemanfaatan media sosial (medsos) yang luar biasa untuk memaksimalkan bidang pertanian,” ujarnya kepada Kabar Mdura.
Pihaknya menuturkan, RTUP merupakan usaha yang digeluti atau dibangun dalam keluarga dengan pengelolaan secara bersama. Salah satu contohnya, dalam keluarga ada yang mengelola bidang pertanian dan ada pula keluarga yang mengelola bidang peternakan. Namun dua komponen atau sektor tersebut dikelola oleh satu keluarga sebagai bentuk rutinitas yang mampu menghasilkan perekonomian.
“Ada dua model sensus, selain ada sensus pada usaha pertanian perseorangan ada juga RTUP,” tuturnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Totok Iswanto





