KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Bantuan pupuk tahun 2024 mendatang dipastikan tidak terealisasi. Sebab ketersediaan anggaran melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) cukup terbatas. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito, Minggu (17/12/2023).
Dia mengaku, sudah mengusulkan anggaran untuk bantuan pupuk tahun 2024. Hanya saja, usulan tidak disetujui pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Sebab proyeksi APBD 2024 khusus instansinya semakin menurun. Kondisi ini jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2023 ini.
“Jadi, selain anggarannya terbatas, dihentikannya bantuan pupuk ke petani tembakau ini, agar petani tembakau tidak bergantung pada pupuk pabrikan,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, sebagai upaya menopang ketersediaan pupuk di musim tembakau sudah menyiapkan program Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik khusus para petani tembakau. Nantinya, kegiatan ini akan direalisasikan melalui kelompok petani (poktan). Sedangkan untuk 1 kecamatan ada dua poktan. Keseluruhan atau dari 13 kecamatan ada 26 poktan.
“Sebenarnya untuk program pelatihan pupuk organik sudah berjalan sejak tahun 2023 ini, cuma anggarannya tidak berasal dari DBHCHT, tetapi berasal dari APBD murni,” tuturnya.
Sekedar diketahui, nominal bantuan pupuk tahun ini Rp4 miliar bersumber dari DBHCHT. Bantuan tersebut tersalurkan ke 210 Poktan dari total 1.414 poktan di daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam. Rinciannya, setiap poktan menerima jatah pupuk 1 ton jenis NPK.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





