KABAR MADURA | Pendapatan asli daerah (PAD) Balai Benih Ikan (BBI) Pamekasan 2023 hampir tidak mencapai target. Capaiannya hanya lebih Rp15.000 dari target Rp 45.000.000. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pamekasan Luthfie Asy’ari, Selasa (2/1/2024).
Dia menjelaskan, PAD BBI ini memang terbilang susah untuk mencapai target. Pasalnya, daya minat beli ikan masyarakat di BBI bergantung pada momen-momen tertentu, seperti perayaan hari keagamaan dan momentum lainnya. Sehingga, setiap bulannya tidak menentu terkait pendapatan yang dihasilkan.
“Untuk target tahun ini sama dengan 2023, Rp45 juta. Mungkin kalau capaiannya lebih dari separuh dari target, kemungkinan dinaikkan. Sekarang lebihnya Rp15 ribu. Karena daya beli masyarakat stagnan, tergantung dari momen tertentu saja,” ungkapnya.
Disebutkan, terdapat beberapa ikan yang dibudidaya, di antaranya ikan lele, nila, koi, patin, bawal, gurame, emas, dan ikan tawes. Masing-masing memiliki harga yang berbeda, sesuai dengan ukuran dan jenisnya. Rata-rata harga berkisar Rp110 hingga Rp160 per ekor.
Untuk lele, kata Lutfi, ditargetkan 50.000 hingga 70.000 benih baru setiap bulan. Sementara ikan nila 30.000 hingga 50.000 setiap bulan. Lalu, ikan koi 10.000, dan ikan gurame 1.500 benih per tiga bulan.
Sayangnya, target itu terkadang tidak terpenuhi. Sebab terkendala faktor cuaca yang tidak stabil. Sehingga berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ikan yang dihasilkan.
Menurut Lutfi, faktor lain juga dipengaruhi oleh anggaran pemeliharaan BBI yang kurang memadai, yakni hanya Rp35 juta setiap tahun. Sementara biaya pakan yang dibutuhkan berkisar Rp170 juta.
“Pakan kami menyiasatinya dengan pakan alami, karena anggarannya minim. Saat ini, sisa stok ikan lele ukuran 3 cm 5.000 ekor, ikan koi 500 ekor, dan ikan nila 10 ribu ekor,” paparnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





