KABAR MADURA | Dalam waktu dekat, Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan akan menyerahkan bantuan kepada nelayan. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bantuan tersebut mencakup pembangunan yang sudah menjadi program spektakuler tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Abdul Fata menegaskan, pihaknya akan membangun sebuah Kampung Nelayan Merah Putih meliputi tiga desa: Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu; Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan; dan di Lesong, Kecamatan Batumarmar.
Secara administrasi, ujar Fata, sudah terdaftar berdasarkan sistem aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Pembangunan kedua ialah pabrik es yang akan membantu para nelayan dalam mengawetkan ikan, kemudian pembangunan Pelabuhan Kapal di Desa Padelegan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Di samping itu, ada tiga alokasi bantuan yang diberikan kepada Dinas Peternakan Pamekasan dari KKP. Yakni, pembangunan Gudang Garam Rakyat dengan kapasitas 100-200 ton. Kemudian pembangunan Gudang Garam Nasional berkapasitas 2.000 ton.
“Kemudian saluran irigasi air laut dari pantai itu akan dibangun salurannya, yang selama sudah ada. Tapi kalau dibangun, tentu semakin bagus itu.
Ketiga kegiatan itu menelan anggaran sekitar Rp7,9 miliar. Dalam waktu dekat ini KKP akan menyurvei lokasi.
Bupati Pamekasan dan Menteri Koperasi juga menyinggung tentang hal tersebut, sehingga mendorong agar Pamekasan harus mengupayakan, dan memiliki kawasan industrialisasi. Dalam kawasan industrialisasi memiliki kesamaan dengan kawasan sentra ekonomi Garam Raya.
Tidak hanya itu, kata Fata, akan ada bantuan lagi dari kementerian, yaitu Kampung Budi Daya Ikan. Sudah ada survei terhadap titik-titik yang mau dibangun.
“Ada tujuh desa yang disiapkan oleh kami. Dari tujuh itu ternyata satu mengundurkan diri. Dengan berbagai macam alasan. Saya tidak tahu alasan dari tujuh menjadi enam itu,” ujarnya.
Keenam desa tersebut mencakup Desa Bicorong, Kecamatan Pakong; Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu; Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan; Desa Keramat, Kecamatan Tlanakan; Desa Panaan, Kecamatan Palengaan; Larangan Badung Kecamatan Palengaan.
“Nah, Desa Bulangan Haji yang mengundurkan diri,” katanya.
Dijelaskan, saat ini juga ada survei lahan di Pamekasan dari pemerintah pusat. Paling tidak seribu meter persegi yang mau dibangun. Tetapi lahan ini harus di luar lahan sawah dilindungi.
Jadi ada aplikasi yang dapat melihat titik yang disediakan oleh kepala desa. Jika diketahui berada di dalam kawasan lahan sawah dilindungi (LSD), otomatis ditolak oleh perusahaan. Harus menunjukkan tempat yang lain.
“Nah, yang 6 desa itu, titiknya sudah di luar LSD, sehingga memenuhi syarat. Kami berharap lebih cepat, lebih baik program pembangunannya dilakukan. Sehingga saya katakan bahwa Dinas Perikanan dalam hal ini tahun 2026 kehujanan. Banyak bantuan,” tegasnya.
“Mudah-mudahan sektor pengolahan ada bantuan, sektor pengawasan juga ada bantuan. Mudah-mudahan seperti itu,” tukasnya. (km96/rul)






