Galian C di Desa Kasengan Disorot Legislatif, Aktivis, hingga Polisi

News250 views

KABAR MADURA | Hingga saat ini, tambang galian C di Desa Kasengan, Kecamatan Manding tampak leluasa beroperasi. Kendati demikian, Pemkab Sumenep tidak berani melakukan penutupan.

Pantauan Harian Pagi Kabar Madura di lokasi, aktivitas penambangan berjalan leluasa. Terlihat, beberapa orang masih menggali dan memasukkan ke truk.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, mengaku kecewa atas masih beroperasinya tambang ilegal galian C. Ia menduga, jika aktivitas itu masih berlangsung, ada pihak-pihak yang sengaja membekingi atau ada kepentingan yang terselubung.

“Di sana, galian C di Desa Kesengan jelas membahayakan dan dampaknya lebih besar,” kata politisi PKB itu. Rabu, (21/2/2024).

Diungkapkan, aktivitas galian C itu di Sumenep rata-rata ilegal, salah satunya di Desa Kesengan. Pihaknya berencana untuk mendatangi lokasi galian C ilegal dan aktivitas tersebut layak untuk tidak dilanjutkan.

JJS Kabar Madura

“Itu merusak lingkungan, mengapa masih beroperasi,” tandasnya.

Mokongnya aktivitas galian di Desa Kasengan itu, juga dikritik pegiat lingkungan. Bahkan, aktivitas galian C meresahkan masyarakat karena akan berdampak merusak ekosistem alam.

“Galian C itu sudah jelas merusak lingkungan di Kasengan, mengapa masih beroperasi,” kata  K. A. Dardiri Zubairi.

Jikalau hal itu dibiarkan, maka yang menjadi korban adalah para generasi. Sebab,  tambang ilegal berkaitan dengan keberlangsungan lingkungan. Dampaknya sudah jelas, yakni merusak lingkungan. “Ini perlu diseriusi, bukan hanya karena ada berita atau ada tekanan dari aktivis, tetapi seterusnya,” bebernya.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar beralasan masih sibuk, informasi yang didapat masih ada di luar Kota sehingga tidak dapat memberikan pernyataan detail. “Masih ada di luar Kota,” singkatnya.

Sementara itu, Kanit Piter Polres Sumenep Roni Agus mengakui, sudah ada beberapa laporan mengenai tambang ilegal yang dapat merusak lingkungan itu, salah satunya di Desa Kasengan Kecamatan Manding.

“Laporan sudah masuk, nanti akan kami tindaklanjuti,” kata Roni

Pewarta: Imam Mahdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *