KABAR MADURA | Anggaran dana pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) senilai Rp10 miliar sudah dapat dicairkan. Penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antara antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dengan Polres Sumenep dan Kodim 0827 sudah dilaksanakan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, karena penandatanganan sudah dilaksanakan, maka pada triwulan pertama sudah dapat dicairkan ke Polres Sumenep dan Kodim 0827.
“Cepat dilakukannya pencairan itu nantinya agar persiapannya lebih matang utamanya dalam keamanan pilkada di Sumenep,” katanya, Minggu, (3/3/2024).
Bupati menjelaskan, dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dialokasikan untuk mendukung suksesnya Pilkada Sumenep yang akan dilaksanakan pada November 2024 mendatang. Harapannya, fasilitas dan dukungan yang disediakan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dapat meningkatkan kapabilitas dan efisiensi kinerja Polres Sumenep dan Kodim 0827.
“Kerja sama dan koordinasi antara Pemkab dan aparat sangatlah penting,” paparnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep Achmad Zulkarnaen melalui Kepala Bidang (Kabid) Politik dan Ormas Muh. Bahauddin mengatakan, anggaran pilkada khusus pengamanan nilainya Rp8 miliar untuk Polres Sumenep, sedangkan Rp2 miliar untuk TNI atau Kodim 0827/Sumenep.
“Paling tidak selambatnya 10 hari lagi sudah cair,” tuturnya.
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso mengakui bahwa saat ini hanya menunggu pencairannya.
“Iya penandatanganan NPHD telah dilakukan, saat ini tinggal menunggu pencairan dari Pemkab Sumenep,” kata kapolres yang baru menjabat di Sumenep itu.
Hal senada disampaikan Dandim 0827 Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi.
“Sesuai janji bupati Sumenep pada triwulan pertama, ya tentu tidak lewat dari Maret nantinya kan,” tegas dia.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





