Pemkab Sumenep Tegaskan Nol Program Fiktif dalam Pembangunan Desa

Pemerintahan37 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kemajuan desa. Tak hanya memberikan akses dan rekomendasi terhadap program dari pemerintah pusat, pemkab juga memastikan setiap program berjalan dengan penuh integritas dan akuntabilitas.

Langkah progresif ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menekankan bahwa seluruh program desa harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas atau bersifat fiktif.

Menurutnya, dukungan yang diberikan pemkab bukan hanya sebatas administratif, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan agar pemerintah desa mampu berkembang secara mandiri dan profesional. Hal ini sekaligus menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan program pembangunan.

“Program desa harus tepat sasaran dan berdampak nyata. Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Sumenep juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para kepala desa untuk mendapatkan pendampingan dan dukungan administratif. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan desa yang transparan dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, sinergi antara pemkab dan desa juga semakin diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan. Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra bagi desa dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar kami dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional. Dengan memastikan tidak adanya program fiktif,” pungkasnya. (araPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kemajuan desa. Tak hanya memberikan akses dan rekomendasi terhadap program dari pemerintah pusat, pemkab juga memastikan setiap program berjalan dengan penuh integritas dan akuntabilitas.

Langkah progresif ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menekankan bahwa seluruh program desa harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas atau bersifat fiktif.

Menurutnya, dukungan yang diberikan pemkab bukan hanya sebatas administratif, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan agar pemerintah desa mampu berkembang secara mandiri dan profesional. Hal ini sekaligus menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan program pembangunan.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Sumenep Panggil PBJ dan LPSE, Soroti Dugaan Persyaratan Tender yang Hambat Persaingan

“Program desa harus tepat sasaran dan berdampak nyata. Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Sumenep juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para kepala desa untuk mendapatkan pendampingan dan dukungan administratif. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan desa yang transparan dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, sinergi antara pemkab dan desa juga semakin diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan. Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra bagi desa dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar kami dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional. Dengan memastikan tidak adanya program fiktif,” pungkasnya. (ara/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *