KABAR MADURA | Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang Kecamatan Batuan meningkat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pada tahun 2023 lalu, dalam setiap harinya rata-rata 29 ton, sedangkan saat ini mencapai 33-34 ton.
Kondisi itu sangat membingungkan instansi DLH Sumenep. Selain hanya memiliki satu TPA, bangunan gudang pusat daur ulang hingga saat ini tidak berfungsi. Padahal, diharapkan, pembangunan gudang pusat daur ulang sampah dapat meminimalisir tumpukan sampah di TPA di Kecamatan Batuan itu.
“Kami masih bingung, melihat kondisi tumpukan sampah yang semakin menumpuk, pokoknya masih banyak masalah mengenai persampahan ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Arif Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Catur Wendra Setiady Senin (4/3/2024).
Selain banyak tumpukan sampah di jalanan, DLH juga mendapatkan laporan masyarakat mengenai tumpukan sampah yang sangat meningkat.
“Kami tidak bisa berbuat banyak, karena juga berkenaan dengan anggaran tentang pengadaan TPA baru dan tempat daur ulang. Artinya, mau berbuat namun tidak ada anggaran kan percuma,” tegas dia.
Dia mengatakan, sebenarnya pada tahun 2023 lalu, tumpukan sampah dalam setiap harinya di TPA sudah menurun, yakni dari angka 32 ton pada tahun 2022 menjadi 29 ton di tahun 2023. Namun saat ini lebih meningkat.
Sementara itu, Pemerhati lingkungan A. Makki mengatakan, banyaknya sampah di TPA itu bakal berdampak pada rusaknya lingkungan. Ketika sampah terus meningkat tanpa adanya daur ulang, maka bisa jadi membusuk. Bahkan tumpukan itu nantinya bisa roboh dan membuat sampah kocar-kacir.
“Dalam persoalan sampah perlu sangat diseriusi, karena juga berdampak pada masyarakat, misalnya bau tidak sedap, serta bahaya lainnya,” paparnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





