KABAR MADURA | Krisis guru agama untuk sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep belum terurai. Sehingga, berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM), utamanya di sekolah negeri.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Akhmad Fairusi mengatakan, menjelang bulan suci Ramadan, perlu adanya tambahan guru agama. Tujuannya agar nantinya dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar.
“Ya untuk guru agama memang butuh penambahan,” katanya, Selasa (5/3/2024).
Terdapat 385 guru agama di Sumenep berstatus aparatur sipil negara (ASN). Namun, saat ini masuk kekurangan sebanyak 331 guru. Sebenarnya sudah terpenuhi melalui seleksi PPPK, namun belum bertugas.
Oleh karena itu, diajukan guru tambahan khusus bulan suci Ramadan, setidaknya sebanyak 221 guru. Sehingga, proses belajar mengajar ilmu agama benar-benar maksimal. Harapannya bulan ini sudah didapatkan.
“Kami terus berikhtiar, agar guru agama ada penambahan,” tuturnya.
Dengan adanya tambahan itu, kata Fairusi, proses belajar mengajar pendidikan keagamaan ditangani guru yang sudah sesuai kompetensinya. Dia yakin, gurunya berstatus PNS atau PPPK tentu sudah profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kompetensinya.
Sedangkan kekurangan guru agama itu salah satunya disebabkan karena jumlah guru yang purnatugas semakin bertambah. Setiap pekan, rata-rata sekitar 2 hingga 3 guru pensiun. Sebaliknya, pengisian kekosongan tidak sebanding. Jika dibiarkan, akan berpengaruh terhadap pelayanan dan pembelajaran bagi siswa di sekolah.
“Jadi, saya sebut bahwa guru agama di sekolah negeri di Sumenep butuh adanya penambahan,” ujarnya.
Reporter: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





