KABAR MADURA | Tidak semua SMA/SMK sederajat di Sumenep mendapat BOS kinerja tahun 2024. Sejauh ini, yang terdaftar sebagai sekolah penggerak baru satu sekolah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, jumlahnya hingga mencapai 4 sekolah negeri.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Budi Sulistyo mengatakan, di tahun 2023 lalu, SMA negeri yang terdaftar sebagai sekolah penggerak di antaranya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gapura, SMAN 1 Ambunten, SMAN 1 Kalianget, dan SMAN 1 Bluto.
“Ada 12 SMA negeri di Sumenep, hingga saat ini masih sebanyak 5 SMA negeri yang masuk sekolah penggerak, 7 SMAN masih belum terdaftar,” katanya, Rabu (6/3/2024).
Terdaftar tidaknya sekolah itu, semuanya ditunjuk oleh pemerintah pusat. Harapan Budi, semua SMA di Sumenep terdaftar sebagai sekolah penggerak, agar dapat melakukan proses belajar yang lebih bagus dan berakhlakul karimah.
“Untuk SMAN 1 Lenteng masih proses penerapan dan mempersiapkan, nantinya pada tahun 2025 sudah mendapatkan BOS kinerja itu,” paparnya.
Sekolah penggerak penerapannya dilakukan selama lima tahun, dari tahun 2021-2025 mendatang dengan lembaga yang berbeda. Sekolah yang sudah terpilih menjadi sekolah penggerak tidak mungkin lagi dipilih lagi terpilih pada tahun berikutnya.
“Untuk SMAN 1 Lenteng masih tahap persiapan, karena sudah terdaftar masuk tahap ke II,” ucap dia.
Melalui program Sekolah Penggerak, terdapat empat tahapan transformasi sekolah di Sumenep. Pertama, hasil belajar siswa di atas level yang diharapkan. Kedua, lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan. Ketiga, pembelajaran berpusat pada murid, bukan berpusat pada regulasi. Dan keempat, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran diharapkan terjadi dan sekolah melakukan pengimbasan.
“Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul dari kepala sekolah dan guru,” bebernya.
Sekolah Penggerak dalam rangka menjadi pilot project pada pelaksanaan program belajar untuk menjadikan siswa pandai, berakhlakul karimah serta memahami utamanya mengenai eksistensi Pancasila. Yang terdaftar sebagai Sekolah Penggerak mendapatkan BOS kinerja senilai Rp120 juta.
“Khusus untuk SMA Swasta masih menunggu kabar ya, insya allah nantinya juga kedapatan BOS kinerja itu,” tegas dia.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Sumenep Sirajum Munir berharap semua sekolah SMA negeri di Sumenep terdaftar sebagai Sekolah Penggerak. Dia akan membahas hal itu dengan 7 SMAN yang masih belum terdaftar itu.
“Sekolah penggerak itu bukan langsung ditunjuk ya, itu melalui proses seleksi, makanya 7 sekolah SMAN ini perlu adanya pembenahan, tamanya dari sisi kualitas guru dan kepala sekolahnya,” ujar kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





