Pengungsi Korban Banjir di Pamekasan Mulai Kembali Tempati Rumahnya

News, Headline87 views

KABAR MADURA | Banjir yang melanda sebagian wilayah di Pamekasan sudah mulai surut. Sebab itu, kini puluhan warga yang mengungsi mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Kesiapsiagaan dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan H. Zainal Mistuki mengatakan, terdapat 26 korban yang mengungsi ke rumah famili akibat kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati. Saat ini, kondisi di wilayah terdampak sudah mulai stabil. 

“Mereka sudah balik lagi ke rumahnya, mulai bersih-bersih dan beraktivitas seperti biasa,” jelasnya kepada Kabar Madura, Kamis (14/3/2024). 

Kendati demikian, menurut Mistuki, masih perlu diwaspadai adanya banjir susulan, terutama di wilayah yang berpotensi banjir, seperti Gladak Anyar dan Kelurahan Bugih. Hal itu dikarenakan, intensitas hujan tinggi berpotensi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan. 

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Gelar Sosialisasi BLT DBHCHT Bersama 158 Perusahaan Rokok Legal

Mistuki menambahkan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terbaru, puncak musim hujan ini akan berlangsung selama satu pekan. Sebagai antisipasi, pihaknya terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan sejak dini. Sehingga, apabila terjadi bencana serupa, sudah memiliki langkah pencegahan yang optimal. 

“Hai ini saja, ada pohon tumbang di Jalan Niaga. Untungnya tidak ada korban, jadi memang perlu waspada,” tambahnya. 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengutarakan, bantuan kebutuhan dasar seperti nasi bungkus hanya disalurkan kepada korban terdampak yang aktivitas kesehariannya sangat terbatas. Hal itu dikarenakan menyesuaikan dengan skala prioritas yang membutuhkan. Sedangkan untuk jenis bantuan lainnya, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait. 

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

“Dari sekian ribu korban banjir, memang tidak semuanya dapat. Tapi lebih kepada korban terdampak yang tidak bisa beraktivitas penuh, seperti di wilayah yang dekat sungai, dampaknya itu parah. Tapi sekarang aktivitas sudah mulai normal,” paparnya. 

Sekadar diketahui, pada Selasa (12/3/2024), banjir terjadi di enam kelurahan dan tiga desa di Pamekasan. Terdapat 2.217 kepala keluarga terdampak.

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *