KABAR MADURA | Bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Sampang beberapa waktu lalu, bukan hanya merusak sejumlah fasilitas umum (fasum) seperti jembatan, jalan, dan lainnya. Melainkan juga berdampak terhadap tanaman padi milik warga.
Salah seorang petani di Kecamatan Sampang, Bukhori (37), menyampaikan, bencana banjir yang melanda Sampang kemarin itu menggenangi puluhan lahan petani. Sehingga mengakibatkan tanamannya, seperti padi, rusak.
Pihaknya hanya bisa pasrah sambil menunggu banjir surut dan berharap tanamannya tidak rusak. Kata Bukhori, di kawasan itu masih minim keberadaan saluran air.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, hampir semua dusun di Desa Panggung, Kecamatan Sampang, terdampak banjir lumayan parah.
“Kami meminta pihak Dinas Pertanian ini proaktif memantau petani yang tanamannya terdampak banjir kemarin. Jangan hanya menunggu adanya laporan, karena sebagian petani ada yang terancam gagal panen,” ungkapnya, Minggu (17/3/2024).
Hal senada juga dikeluhkan oleh Musayyin (46), petani asal Desa Panggung. Dia menceritakan, tiga petak sawahnya terendam banjir sejak Selasa (12/3/2024). Sawah tersebut ditanami padi dan umurnya sudah sekitar dua bulan. Seyogyanya tanaman itu sudah mulai memasuki fase mau berbuah.
“Tanaman padi saya ini sudah mulai mau berbuah, tapi tapi karena tergenang air banjir ini, bisa saja jadi rusak,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan nasib petani di wilayah yang terdampak banjir. Sebab, mereka terancam gagal panen dan modal tanam yang sudah dikeluarkan relatif besar.
“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan para petani terdampak ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Sampang berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa (12/3/2024) hingga Jumat (15/3/2024).
Pewarta: Subhan
Redaktur: Sule Sulaiman





