KABAR MADURA | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pamekasan belum buka suara mengenai dukungan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan 2024. Mereka menyebut masih menunggu hasil keputusan rapat internal evaluasi hasil pemilu.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Pamekasan Mohammad Alim mengatakan, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui dalam memberikan rekomendasi atau dukungan kepada peserta pilkada, termasuk keputusan internal dari hasil pemilu yang akan dilakukan pada pekan ini.
Akan tetapi, lepas dari itu, PKS sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh bakal calon potensial bupati Pamekasan. Kata Alim, apabila memungkinkan disandingkan dengan kadernya, secara otomatis akan dipertimbangkan.
“Nanti kami akan petakan, kami akan mengambil 10 orang, nanti kami tawarkan itu kalau yang internal. Kalau yang eksternal, kami masih menunggu dari beberapa tokoh masyarakat, dari partai politik, terutama yang pernah berkoalisi dengan kami, calon yang pernah kami usung, barangkali masih berminat,” jelasnya, Selasa (19/3/2024).
Dia menyebut, tokoh eksternal yang sudah berkomunikasi yaitu Kemenag Situbondo Affandi, Mantan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Mantan Wakil Bupati Pamekasan RB. Fattah Jasin, Mantan Sekda Pamekasan Totok Hartono, dan Bupati Pamekasan 2008-2013 KH. Kholilurrahman. Namun, lanjut Alim, komunikasi dari mereka masih sebatas penjajakan semata, belum mengarah pada komunikasi yang bisa melahirkan rekomendasi.
“Jadi semua yang ingin calon mesti kami list semua dan pasti dijajaki komunikasi,” ungkapnya.
Alim menegaskan, pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan, sebab peluang komunikasi lintas partai untuk menentukan arah koalisi Pilkada 2024 masih panjang.
“Kami dari PKS berkomunikasi dengan parpol yang pernah berkoalisi di pemilu sebelumnya. Ada petunjuk kemarin, sebagai sebuah etika, kami perlu kembali melakukan komunikasi dengan calon yang pernah kami usung,” tegasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





