Syukri: Muscab PPP Jadi Ajang Penguatan Sejarah dan Ideologi Partai

Politik, Berita205 views

KABAR MADURA | Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 yang dihadiri seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Sumenep, Senin (27/4/2026), di Hotel C1.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengurus Cabang PPP Sumenep M. Syukri menyampaikan pentingnya menjaga suasana Muscab tetap kondusif agar menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan partai.

Dia berharap, ketua yang terpilih nantinya merupakan kader militan dengan komitmen kuat serta mampu membawa PPP lebih aktif dan memiliki peran strategis dalam pemerintahan.

“Yang terpilih nanti harus kader yang militan, yang bisa membawa PPP lebih aktif dan punya peran strategis di pemerintahan,” ujarnya.

Menurut Syukri, Muscab bukan sekadar forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi partai hingga ke tingkat ranting, sekaligus menguatkan kembali akar sejarah dan ideologis partai.

PPP
(KM/IST) ARAH BARU: Muscab Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep 2026 berlangsung penuh semangat konsolidasi.

Muscab PPP Sumenep diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus titik awal kebangkitan partai agar lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman

Lebih lanjut, Syukri menyampaikan tantangan partai politik di era digital yang menuntut perubahan strategi dan pendekatan.

PPP, kata Wakil Ketua DPRD Sumenep itu, tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama, melainkan harus berani melakukan lompatan agar tetap relevan di tengah masyarakat.

“Di era digital ini, partai tidak lagi seperti dulu. Kita harus mulai melakukan lompatan, mempromosikan partai dan program-program sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Sumenep Bidik 15 Kursi DPRD, Modal 28 Persen Suara Basis NU

Syukri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membesarkan partai. Ia mengajak seluruh kader untuk membuka ruang bagi generasi muda agar berperan aktif, sekaligus menghapus stigma bahwa PPP merupakan “partai orang tua”.

“Selama ini mungkin PPP dianggap sebagai partai orang tua. Sekarang saatnya kita berkolaborasi dengan anak-anak muda, bersama-sama membangun partai agar lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. (ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *