KABAR MADURA | Perum Bulog Madura, usulkan penambahan stok beras sebanyak 200 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramdan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Wakil Pimpinan Perum Bulog Madura Supermansah mengatakan, selama tahun 2024 Perum Bulog Madura telah menghabiskan sebanyak 1.300 ton lebih yang telah disalurkan ke empat kabupaten, yakni Kabupaten Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan selama Bulan Ramadan dan bulan seterusnya, pihaknya mengaku telah menerima 200 ton stok beras di awal bulan Maret dan telah mengusulkan tambahan stok beras sebanyak 200 ton untuk mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat di Madura.
“Hingga saat ini kami telah menyalurkan 1.300 ton lebih kepada masyarakat selama tahun 2024 dan untuk memastikan beras aman, kami telah usulakan kembali tambahan itu,” katanya, Selasa (19/03/2024)
Dijelaskan Supermansah, jumlah yang telah tersalurkan merupakan jumlah keseluruhan dari tiga tahapan selama Januari hingga maret 2024 yang semula diterima oleh Perum Bulog Madura, namun dari jumlah itu kini hanya tersisa 100 hingga 150 ton lebih stok beras yang ada di gudang Bulog Madura.
Kendati demikian, ia memastikan ketersediaan beras di Madura terutama Pamekasan selama bulan Ramadan terjamin aman, apalagi usulan yang telah disampaikan ke pemerintah pusat saat ini sudah masuk secara bertahap.
Banyakanya penyaluran kali ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena adanya program bantuan beras cadangan, serta naiknya harga beras selama beberapa bulan terakhir menjelang bulan Ramdan, sehingga pemerintah melakukan beberapa program sebagai upaya stabilisasi harga beras di Madura.
“Saya pastikan ketersediaan beras di Madura terkhusus di Pamekasan Insya Allah aman,”tambahnya.
Supermansah menjelaskan bahwa secara umum penyaluran beras di Madura ada tiga sistem penyaluran, yakni melalui mitra kerja Bulog, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serat melalui program pemerintah pusat yaitu bantuan beras cadangan.
Selama ini, pengeluaran beras yang disalurkan ke masyarakat melalui program pemerintah menghabiskan 3 ton beras setiap hari, ditambah dengan program tambahan dari pemerintah pusat, serta program pemerintah daerah di setiap kabupaten.
Tiga sistem penyaluran tersebut bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat serta untuk menormalkan harga bahan pokok yang telah naik di pasaran.
“Ada tiga sistem penyaluran untuk tahun ini,”tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Miftahul Arifin





