Ra Mamak Incar Sampang 1 Berbekal 1 Kursi

Headline, Politik722 views

KABAR MADURA | Kendati pada pemilihan umum legislatif (pileg) 2024 hanya meraup 1 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Partai Golongan Karya (Golkar) Sampang tetap percaya diri (PD) dan optimis untuk mengusung kadernya jadi calon bupati (cabup) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang mendatang.

Kepercayaan diri itu lantaran DPD Partai Golkar Sampang sudah mendapat penugasan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Secara kepartaian, KH. Muhammad Bin Muafi Zaini (Ra Mamak) mendapat penugasan dari DPP untuk menjadi calon dari Partai Golkar pada Pilkada Sampang mendatang,” ungkap Sekretaris DPD Partai Golkar Sampang H. Sahid kepada Kabar Madura, Rabu (17/4/2024).

Sahid mengatakan, meski hanya memperoleh satu kursi,  dirinya tetap optimis dan yakin bahwa Ra Mamak tetap bisa didorong menjadi calon bupati.

Untuk mengusung ketua DPD Partai Golkar Sampang sekaligus anggota DPRD Jawa Timur periode 2019 – 2024 itu, partai berlambang beringin itu sangat butuh koalisi.

Haji Sahid mengakui,  proses koalisi dengan partai politik (parpol) yang lain harus dilakukan agar bisa mencalonkan pada pilkada. Namun, sejauh ii  belum ada penjajakan, dan secara pribadi juga belum memahami.

“Dulu Partai Nasdem mengusung H. Idi cuman dua kursi tapi bisa jadi cabup, ini di Sampang bukan di Jawa,” tegas dia.

Melihat realitas itu,   pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menguraikan bahwa sesungguhnya pilkada di Madura, termasuk di Kabupaten Sampang, masih sangat bergantung pada figur dan patron tokoh.

Menurut dosen yang juga sebagai peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) itu, parpol sesungguhnya pelengkap dan kendaraan politik saja, karena pengusulan pilkada melalui parpol, maka keberadaan parpol itu dibutuhkan. Tapi itu tidak serta merta penting dalam pilkada karena faktor dominan masih ada di ketokohan.

“Perolehan kursi di pileg itu hanya memberi gambaran sekilas saja bagaimana kekuatan sesungguhnya. Menurut saya, tetap dominan ada di siapa tokohnya, karena pileg itu juga tidak lepas dari peran tokoh, maka perolehan kursi tetap bisa menjadi referensi bagaimana kekuatan para tokohnya,” terang Surokim.

“Kandidat pilkada penting bagi parpol untuk eksistensi. Jika kekuatan tokohnya kuat, tentu saja punya peluang bisa kompetitif walau parpolnya kecil atau perolehan kursinya sedikit,” imbuhnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *