KABAR MADURA | Sepanjang awal tahun 2024, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Pamekasan meningkat signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, kasus DBD sejak Januari hingga April 2024 telah terjadi sebanyak 275 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifuddin, peningkatan jumlah tersebut diakui sangat banyak jika dibandingkan dengan tahun 2021, 2022 dan tahun 2023.
Jumlah DBD tahun 2021 hanya 158 kasus, dengan 2 orang meninggal dunia, tahun 2022 sebanyak 277 kasus dengan 9 orang meninggal dunia, lalu pada 2023 sebanyak 390 kasus dengan 6 orang meninggal dunia.
Dia perkirakan, hal itu merupakan siklus lima tahunan. Menurutnya, jumlah kasus DBD kerap melonjak tajam 5 tahun sekali.
“Penyakit virus ini memang sudah ada pola, per lima tahun sekali pasti akan meningkat. Terbukti tahun kemarin tidak begitu banyak seperti ini,” ungkapnya., Rabu (17/4/2024).
Dari jumlah kasus DBD yang terjadi di 2024 ini, Dinkes Pamekasan mencatat terdapat 4 orang meninggal dunia akibat virus dari nyamuk aedes aegypti itu. Lokasinya tersebar di 4 kecamatan, masing-masing dari Kecamatan Larangan, Kecamatan Tlanakan, Kecamatan Pegantenan, dan satu lagi dari Kecamatan Kadur.
Data tersebut, diakui berdasar laporan dari 21 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan.
“Saat ini kami punya 21 puskesmas di 13 kecamatan, dari di setiap kecamatan tersebut jumlah puskesmas tidak sama, yakni ada yang 1 dan ada yang 2,”tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, meningkatnya kasus DBD dalam kurun waktu 4 bulan di awal tahun 2024 menjadi tugas bersama dalam menanganinya, tidak hanya Dinkes Pamekasan.
“Tindakan atau upaya dalam mencegah dan menangani penyakit tersebut perlu untuk digalakkan, supaya virus yang terjadi tidak semakin meningkat serta dapat mencegah terjadinya korban selanjutnya,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Wawan A. Husna





