KABAR MADURA | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan hingga saat ini belum menetapkan jumlah target vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sepanjang 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan DKPP Pamekasan Slamet Budiharsono mengatakan, saat ini proses vaksinasi hewan ternak sudah mulai dilakukan di semua desa di 13 kecamatan. Dia menyebut, vaksinasi itu sebagai upaya mencegah terjadinya penularan penyakit PMK.
Namun kendati demikian, DKPP Pamekasan belum memasang target hewan ternak yang harus divaksin tahun ini. Sebab, pihaknya masih menunggu jatah vaksin yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk Pamekasan.
“Untuk proses vaksin memang sudah berjalan. Tapi untuk target hewan yang sudah divaksin, kami harap semuanya merata,” ungkapnya, Senin (6/5/2024)
Sepanjang Januari hingga Mei 2024, Budi belum bisa menyebutkan berapa jumlah hewan ternak yang sudah terjangkit penyakit PMK, lantaran belum ada laporan dari masyarakat maupun petugas kesehatan hewan yang ada di setiap desa.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku belum mengetahui jumlah vaksin yang diterima, tersisa dan yang sudah digunakan.
“Namun, untuk wilayah pengguna vaksin terbanyak mungkin ada di daerah utara, karena jumlah peternakan di sana sangat banyak dibandingkan daerah lain,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Sule Sulaiman





