Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada di KPU Pamekasan Diformat Beda

Politik, Berita, Pemilu108 views

KABAR MADURA | PAMEKASAN-Sayembara maskot dan jingle Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan mulai masuk tahap penilaian.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Fathor Rachman mengatakan, sayembara dilaksanakan dalam dua kategori, yaitu maskot dan jingle untuk pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak musim ini.

Pelaksanaan program tersebut sebagai upaya KPU Pamekasan dalam mensosialisasikan pelaksanaan pilkada. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah dan kualitas partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin masa depan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Ini sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi masyarakat pada pilkada serentak musim ini,” kata komisioner dari divisi sosialisasi, pendidikan pemilih dan peningkatan partisipasi masyarakat (sosdiklih parmas) dan sumber daya manusia (SDM) tersebut. 

Lomba tersebut diklaim berbeda dengan beberapa kabupaten lainnya, karena digelar terbuka dan untuk umum, serta tidak dibatasi jumlahnya. 

Namun, Fathor menyebut bahwa antusias masyarakat kurang tinggi, karena jumlah pesertanya tidak mencapai 50 orang. Sejauh ini ada sekitar 44 peserta di sayembara tersebut, dan 16 peserta di lomba jingle atau musik KPU dalam gelaran pilkada tahun ini.

“Kalau lombanya terbuka se-Indonesia, namun peserta hanya itu. Kami bersyukur karena meski jumlahnya sedikit namun tetap tergolong banyak,” tambahnya.

Maskot dan jingle yang ditetapkan sebagai juara, nantinya akan dipakai di setiap gelaran acara pilkada, baik oleh panitia pemungutan suara (PPS) maupun panitia pemilihan kecamatan (PPK). Untuk itu, dia berharap agar partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pilkada musim ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Naufan Noordyanto, salah satu peserta lomba maskot dari Desa Branta, Pamekasan, mengatakan bahwa lomba itu sangat baik, mulai dari sistem pelayanan hingga seleksinya. Kuota dan target peserta juga tidak dibatasi, sehingga diyakini dapat meningkatkan pengenalan Kota Pamekasan ke ranah yang lebih luas.

“Acaranya sangat baik, bahkan berbeda dengan kabupaten lain yang hanya fokus pada wilayahnya sendiri,” katanya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *