KABAR MADURA | Para empu keris di Sumenep merasakan dampak dari nilai senin yang dimiliki pusaka khas itu. Betapa tidak, kerajinan keris yang merupakan karya seni yang memiliki nilai ekonomi tersendiri sehingga berdampak kepada para pengrajin.
Terbukti, sekitar 700 orang pengrajin keris merasakan dampak luar dari buga kerajinan kerisnya. Kesejahteraan didapat para empu keris dari hasil penjualan, sebab pangsa pasar keris khas Sumenep sudah dikenal di nusantara hingga mancanegara.
harga Kecamatan Bluto mengurai rahasia, kenapa keberadaan empu keris masih tetap eksis sampai saat ini. Di antaranya tetap berpusat di kabupaten paling timur ini tempat produksinya.
“Yang ingin membuat keris dalam bentuk apapun, harus datang ke rumah empunya, bukan empunya yang mendatangi rumah yang memesannya,” jelas salah seorang pengrajin keris Sujipto.
Dikatakan, bahwa rahasia empu itu bukan hanya sekadar pandai dalam dunia seni, tetapi juga ada nilai spritualitas, sehingga hasil karyanya tetap diminati oleh masyarakat hingga luar.
Selain itu, juga ada perkumpulan bulanan yang dijadikan ajang untuk meningkatkan kemampuan dan juga sebagai ajang kebersamaan untuk saling tukar menukar informasi seputar dunia keris.
“Ya itu dikemas dengan kajian-kajian spritualitas juga, dan seputar ilmu tentang keris,” imbuhnya.
Pasalnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan perhatian kepada empu keris. Orang nomer satu di Kota Keris ini pun pernah menyampaikan, bahwa salah satunya difasilitasi dengan acara Jamasan Keris Pusaka Sumenep.
Pada momentum prosesi jamasan keris ini, selain merupakan acara sakral bagi masyarakat Sumenep, juga ajang silaturrahim dengan mayoritas masyarakat yang merupakan para empu keris tersohor di kancah nasional.
“Kami pemerintah selalu mendukung terhadap kearifan daerah dan juga untuk mempertahankan budaya leluhur,” paparnya.
Sebab pada pegelaran jamasan itu sejumlah empu keris juga sebagai silaturrahmi tahunan, dan tidak hanya itu pemerintah juga sering mempromosikan dan berupaya untuk terus memberikan perhatian kepada para empu.
“Perhatian untuk memperjuangkan nasib para empu bakal terus kami upayakan sehingga kami bukan hanya hadir dalam acara seremonial saja tapi dalam bentuk nyata juga,” tukasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Fathor Rahman





