Program Perpusling Dinilai Tidak Merata, Imam Hosairi; Perkuat Kerja Sama

News52 views

KABAR MADURA | Realisasi perpustakaan keliling (perpusling) tahun 2024 dinilai kurang merata. Sebab, pelaksanaan program tersebut hanya dilakukan di beberapa sekolah yang ada di wilayah perkotaan saja.

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, realisasi perpusling tersebut harusnya bisa terealisasi lebih luas lagi. Artinya, tidak hanya stagnan di lingkungan sekolah perkotaan, namun juga ke desa-desa pelosok secara umum. 

Menurutnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan harus menjalin  kerja sama dengan stakeholder lainnya, termasuk dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam realisasi perpusling tersebut. 

Dengan demikian, diharapkan kegiatan yang gagal diagendakan pada tahun 2023 itu bisa terlaksana tahun ini dengan cakupan wilayah yang lebih luas. 

Selain itu, Imam menuturkan, perpustakaan harus bisa memanfaatkan segala peluang, mulai dari mengajukan bantuan ke provinsi hingga ke pusat. 

JJS Kabar Madura

“Untuk mencakup ke keseluruhan memang tidak mungkin, karena harus menyesuaikan dengan anggarannya juga. Tapi paling tidak, realisasinya seimbang. Untuk itu, perlu jalin kerja sama dengan pihak desa,” ungkapnya, Rabu (5/6/2024)

Sementara itu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pamekasan Qusyairi mengatakan, tahun ini memang fokus di wilayah sekolah perkotaan. Sebab, hal tersebut untuk merangsang minat baca siswa. 

Dirinya tidak menampik, bahwa dalam realisasinya, hanya memprioritaskan wilayah yang mudah terjangkau. Sementara untuk di wilayah pedesaan, Dia mengaku belum ada koordinasi dengan pihak desa. 

“Pasti akan terjangkau juga di desa-desa, tidak hanya stagnan di sekolah perkotaan,” paparnya kepada Kabar Madura. 

Pada triwulan pertama, fokus realisasinya di sekolah daerah kota. Sementara pada triwulan kedua, sebagian kecamatan di wilayah utara. Sedangkan untuk triwulan ketiga, masih dilakukan perencanaan, sebab menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. 

“Triwulan ketiga mungkin nanti di wilayah kota juga, tapi bagian timurnya. Karena kemarin tidak selesai semua. Di triwulan kedua, target 50 lokasi, tapi yang sudah terealisasi masih 38 lokasi,” tambahnya. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *