Legislatif Minta Monitoring Pengawasan Hewan Jelang Idul Adha

News31 views

KABAR MADURA | Keberadaan dokter hewan di Pamekasan terbilang minim, yakni hanya delapan orang. Padahal, populasi hewan di Pamekasan mencapai kurang lebih 190 ribu hewan. Hal tersebut dinilai berpengaruh terhadap keoptimalan penanganan terhadap kesehatan hewan.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail mengatakan, organisasi perangkat daerah (OPD) harus segera melakukan penambahan jumlah dokter hewan.

Menurutnya, harus dilakukan survei secara detail terkait jumlah yang  ideal untuk ketersediaan dokter hewan di Kota Gerbang Salam.

“Minimalnya satu kecamatan satu dokter, tapi itu masih terbilang kurang juga,” paparnya, Rabu (5/6/2024).

Meski terbilang minim, politisi Demokrat itu menekankan dinas terkait harus tetap mengoptimalkan penanganan  terhadap hewan. Terlebih saat ini, menjelang hari raya kurban atau Idul Adha. Menurutnya, kualitas hewan-hewan tersebut harus terjaga agar tetap layak dikonsumsi.

“Lakukan monitoring ke bawah, untuk memaksimalkan pemeriksaan hewan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Selamet Budiharsono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengajuan penambahan dokter hewan. Targetnya, satu kecamatan terdapat satu dokter.

Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia tidak menampik, ketersediaan dokter hewan memang sangat tidak ideal. Namun, Budi mengklaim pengawasan dan penanganan terhadap hewan-hewan itu berjalan optimal.

Baca Juga:  DLH Pamekasan Ungkap Tidak Ada yang Setor Hasil Uji Lab Kelayakan IPAL Dapur MBG

Pasalnya, telah dilakukan pembinaan terhadap para medik yang bertugas. Sehingga para medik bisa memberikan penanganan terhadap hewan sesuai dengan arahan dokter hewan.

Diketahui, dari delapan dokter hewan itu, lima dokter ditempatkan di puskeswan. Dua dokter khusus di kabupaten, dan satu dokternya lagi khusus di bidang pengawasan obat. Sementara jumlah paramedik 50 orang.

“Kendalanya hanya di penjadwalannya saja. Kadang jadwal pemeriksaan banyak, jadi harus disesuaikan lagi,” terangnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *