Sepekan Pencoklitan, Hasil Coklit Pantarlih Sumenep Terendah di Jatim

News148 views

KABAR MADURA | Tahapan pemutakhiran data pemilih untuk pilkada serentak tahun 2024 tengah berlangsung,  salah satunya pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Hasil coklit sementara di Sumenep hingga 7 hari, atau per 30 Juni 2024,  hasilnya terendah di Madura, bahkan se-Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dihimpun Harian Pagi Kabar Madura, capaian coklit di Sumenep paling rendah di antara 4 kabupaten di Madura. Dari 875.017 data yang perlu dilakukan coklit, saat ini baru mencapai 171.573 atau 19,61 persen.

Sedangkan KPU Pamekasan mencapai 281.265 atau 43,09 persen dari 652.773 yang perlu dicoklit, KPU Sampang 705.536 mencapai 138.924 atau 19,69 persen, dan KPU Bangkalan 768.874 mencapai 160.604 mencapai 20,86 persen.

Hal itu juga diakui oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) Malik Mustafa. Secara persentase, hasil e-coklit di Sumenep baru 19,61 persen.

“Data itu berdasarkan online berbasis sistem elektronik atau disebut e-coklit,” katanya, (30/6/2024).

JJS Kabar Madura

Menurutnya, secara e-coklit memang masih rendah, itu disebabkan karena ada beberapa wilayah jaringan buruk, utamanya di daerah kepulauan, pada saat proses e-coklit terkadang mendapatkan sinyal terkadang tidak.

“Pada saat ada gangguan sinyal, maka dapat menuntaskan coklit versi manual dulu, baru versi e-coklitnya dilaksanakan secara dicicil,” paparnya.

Selain terkendala sinyal, perolehan e-coklit itu rendah karena juga terkendala logistik coklitnya misalnya di Pulau Masalembu, ada juga kendalanya karena petugas pemutakhiran data (pantarlih) juga terkendala karena pada saat login untuk pelaksanaan e-coklit, akunnya tidak kunjung masuk.

“Sehingga itu yang membuat lama, sehingga terus dicoba-dicoba hingga bisa,” ucap mantan komisioner KPU Sumenep 2014-2019 ini.

Namun, Malik Mustafa menegaskan, para petugas pantarlih sudah bekerja keras untuk melakukan coklit secepat mungkin. Saat ini proses coklit masih lama, karena dimulai sejak  24 Juni sampai 24 Juli 2024 mendatang.

“Tapi saya kira itu bagus meskipun dibandingkan di KPU kabupaten lain masih rendah, karena kami beserta petugas pantarlih sudah bekerja semaksimal mungkin,” kata mantan aktivis HMI ini.

Alumnus Instika (Universitas Annuqayah) Guluk-guluk ini menegaskan akan terus evaluasi setiap pelaksanaan tahapan, utamanya proses coklit ini, dia meminta pada masing-masing panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) untuk juga memantau pelaksanaan coklit yang dilakukan oleh petugas pantarlih.

“Kami yakin hasil coklit nanti hasilnya sesuai harapan, meskipun ada banyak kendala,” ucap Malik Mustafa.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumenep Achmad Zubaidi belum ada respon mengenai hasil e-coklit yang saat ini masih rendah, ketika dihubungi melalui telepon belum ada jawaban. Tetapi seblumnya dirinya mengatakan akan terus memastikan data pemilih akurat dan benar sehingga data yang ditampilkan juga harus benar.

“Bagi kami, bawaslu wajib mempunyai data yang valid karena bawaslu bukan hanya mengawasi tetapi memastikan data yang dihasilkan juga akurat,” ujarnya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *