KABAR MADURA | Pustakawan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pamekasan kurang ideal. Saat ini, hanya ada tujuh orang pustakwan. Padahal sebagai perpustakaan induk, perpustakaan daerah berfungsi untuk melakukan pembinaan terhadap perpustakaan desa ataupun perpustakaan sekolah.
Pustakawan Perpustakaan Pamekasan Qusyairi mengatakan, minmnya sumber daya manusia (SDM) pustakawan itu mengakibatkan pembinaan terdahap perpustakaan desa ataupun perpustkaan sekolah tidak berjalan maksimal.
“Jumlah yang tidak ideal itu berpengaruh pada pembinaan dan layanan. Kami berharap, pustakawan di perpustakaan bisa segera terpenuhi,” ungkapnya, Selasa (16/7/2024).
Dia menambahkan, minimnya tenaga SDM pustakawan itu lantaran ada beberapa yang sudah purna tugas atau pensiun. Qusyairi menyebut, selama ini, keberadaan pustakawan profesional memang cukup minim, terlebih pustakawan khusus sekolah. Hal tersebut tentu menjadikan sistem pengelolaan perpustakaan sekolah terhambat.
“Yang honorer satu orang, sisanya itu PNS. Awalnya 12 orang, tapi 4 pensiun dan satu pindah ke luar kota,” sebut Qusyairi.
Sementara itu, pegiat literasi Pamekasan M. Arinal Haqil Ghifari mengutarakan, minimnya SDM tersebut harus segera diatasi. Sebab jika tidak, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kondisi literasi di Pamekasan.
Menurutnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selaku stakeholder terkait juga harus bisa menyiasati kekurangan SDM pustakawan tersebut. Salah satunya bekerja sama dengan komunitas untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang menyangkut tentang perpustakaan atau literasi. Sehingga dengan langkah seperti itu, tetap bisa menjamin mutu literasi di Pamekasan tetap terjaga.
“Kekurangan SDM ini tentu masalah dan berdampak. Jadi bergantung pada pelaksanaan teknisnya yang harus maksimal. Kreativitas program seperti pemanfaatan media dan kerja sama dengan pihak ketiga seperti komunitas juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





