Membanggakan: Mahasiswa Asal Sampang Berhasil Lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tujuan Aceh

Pendidikan230 views

KABAR MADURA | Mahasiswa asal Sampang, Choirul Anam, menjadi satu dari ribuan peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang diterbangkan ke Nanggroe Aceh Darussalam.

Putra Madura yang membawa nama baik Sampang ke kancah nasional tersebut adalah mahasiswa Universitas Madura (Unira). Dia diterbangkan ke Aceh untuk membawa misi bahwa setiap mimpi pasti akan terealisasi, asal menjunjung tinggi konsistensi.

“Saya percaya bahwa konsistensi lah yang membawa saya hingga ke ujung barat Indonesia ini,” ucap mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Unira ini.

Output dari program ini adalah kolaborasi dan pertukaran budaya. Anam dengan sadar memilih perguruan tinggi (PT) dengan tujuan Aceh sebagai destinasi paling damai, kota teraman, dan islami. Dia sendiri mengaku telah mempersiapkan semua pemberkasan sejak jauh hari, hingga tiba saatnya pengumuman, ia dinyatakan lolos setelah melewati serangkaian tes akademik.

Anam menjadi satu-satunya delegasi dari fakultasnya untuk belajar di Universitas Muhammadiyah Aceh. Universitas tersebut menerima sebanyak 83 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 57 kampus di seluruh Indonesia yang mengirimkan masing-masing delegasi terbaiknya.

Dengan bekal akademik dan pengalaman yang dimilikinya, pada 8 Februari 2024, Anam terbang ke Aceh dengan membawa “beban” moral dan sosial. Program ini berlangsung selama satu semester, dengan menitikberatkan pada kolaborasi budaya di kampus tujuan.

Untuk kegiatan setiap harinya, dia akan disibukkan dengan rutinitas kuliah. Setiap minggunya diselingi dengan modul Nusantara, guna menjelajahi kekayaan budaya di Aceh.

Selama berada di wilayah berjuluk Serambi Mekkah ini, Anam mengaku telah banyak mendatangi destinasi wisata, mulai dari megahnya Masjid Raya Baiturrahman, memorable-nya Museum Tsunami, indahnya Pantai Lampuuk, hingga cantiknya pesona Sabang.

Selama di Aceh, dia dipertemukan dengan banyak teman nusantara dari berbagai latar belakang suku dan budaya, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Peluang inilah yang dia jadikan kesempatan untuk belajar banyak budaya sekaligus mengenalkan budaya Madura di kancah nasional. Dia bahkan sempat melahirkan mahakarya berupa buku tentang catatan perjalanannya selama di Aceh.

Berkat bakat menulisnya, dia dikenal baik oleh dosen-dosen dan jurnalis setempat. Bahkan kerap mendapat tawaran kolaborasi dengan beberapa dosen terkait penulisan buku. Bahkan rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. Aslam Nur, M.A memberi apresiasi tinggi akan mahakarya tersebut saat acara pelepasan pada 25 Juni 2024 lalu.

Apresiasi tersebut diberikan karena tiga angkatan PMM sebelumnya tidak pernah meninggalkan rekam jejak yang abadi selain jepretan gambar atau cuplikan video, namun di angkatan ke-4 ini mampu memberi warna baru dan gebrakan untuk angkatan-angkatan berikutnya, yakni sebuah buku catatan perjalanan yang dapat dibanggakan.

Tahun 2024 akan menjadi tahun paling berkesan sebagaimana slogan PMM yang selalu digaungkan, “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya”.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan program pemerintah yang memfasilitasi mahasiswa terpilih di seluruh Indonesia untuk merasakan sensasi belajar lintas pulau. Selain itu, PMM juga menjadi ajang untuk mempelajari seni nusantara sekaligus kolaborasi budaya.

Sejak awal dicetuskan pada tahun 2021, program ini telah berjalan hingga angkatan ke-4. Dan di angkatan ke-4 ini, tercatat sebanyak 16.250 mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia yang difasilitasi dan diberangkatkan ke perguruan tinggi (PT) tujuan di seluruh Indonesia.

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *