58 Tahun Berdiri, Rektor IAIN Madura Sebut Tuntutan Integrasi Keilmuan Jadi Prioritas

News, Pendidikan68 views

KABAR MADURA | Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar upacara pembukaan pekan ilmiah dan olahraga dalam rangkaian peringatan hari lahir ke-58 sejak 1966 hingga 2024, Senin (22/7/2024) di halaman gedung H IAIN Madura.

Pembukaan ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon warna merah putih yang diikuti oleh jajaran pimpinan IAIN Madura, dosen, sivitas akademika, pengurus ormawa dan mahasiswa.

Rektor IAIN Madura Dr. Syaiful Hadi mengatakan, ulang tahun ke 58 menjadi sangat istimewa, karena pada 2024 ini peralihan status dari IAIN menjadi UIN bisa terlaksana. Karenanya perlu komitmen, utamanya dalam meneguhkan potensi PTKIN yang di dalamnya terdapat mandatory studi keilmuan Islam yang akan selalu terintegrasi dengan ilmu pengetahuan umum.

“Di usia 58 tahun ini, saya pikir penguatan tentang ilmu-ilmu islamic studies sudah selesai, perlu dijaga, perlu dirawat, dan perlu ditingkatkan integrasinya, jadi ini menjadi waktu yang sangat tepat bahwa integrasi ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu umum menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, jadi ilmu agama itu menjadi pondasi kuat,” paparnya saat diwawancarai Kabar Madura.

Dijelaskannya, gagasan ke depan yang dirumuskan harus mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat Madura, baik masyarakat daratan maupun masyarakat kepulauan, utamanya dalam mendorong kesejahteraan mereka. Caranya dengan melakukan kajian serius berbasis ilmiah dengan berdasarkan teknologi tepat guna, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat dan mengeksplorasi aspek-aspek keunggulan dan potensi yang ada di Madura, sehingga menjadi penggerak peningkatan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi yang dimiliki dari setiap wilayah.

“Kami merumuskan potensi dan kepentingan masa depan, contohnya program studi informatika dan ilmu-ilmu komputer ini menjadi basis yang kuat untuk kita sounding, atau keilmuan yang lain, pasti yang ini akan diletakan di depan, disamping yang saya sampaikan tadi, Madura kan potensi alamnya kuat, potensi alam yang menjadi gerakan ekonomi masyarakat, obat-obat tradisional Madura, akan menjadi concern prodi dengan teknologi tepat guna, ini akan mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur di bidang obat,” urainya.

Dia mengatakan, nilai-nilai yang terbangun dalam konteks tanean lanjhang dapat menjadi medan studi keilmuan yang mengglobal, supaya bisa menghasilkan pengetahuan dan pengalaman hidup yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

“Tentunya biar tidak ada adagium bahwa UIN rasa IAIN, maka kami balik, benar-benar ada percepatan ada prodi umum kami dorong menjadi bagian yang ada di statuta, supaya bisa disebutkan secara khusus, agar ada integrasi izin prodi dan izin institusi itu, mudah-mudahan diterima, saya yakin diterima,” ungkapnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Miftahul Arifin

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *