KABAR MADURA | Review perencanaan pembangunan gedung perpustakaan Pamekasan tahap II dipastikan rampung. Sedikitnya, ada 17 CV atau kontraktor yang saat ini terdaftar di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Pamekasan berebut tender pembangunan senilai Rp4,5 miliar tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Budaya Baca dan Pelestarian Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pamekasan Hairul Anwar menyampaikan, proses review perencanaan pada pembangunan tahap II dilakukan kurang lebih selama 1 bulan, mulai pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2024 dengan alokasi anggaran Rp92 juta, maka dari itu saat ini sudah proses tender.
“Paling tidak akhir Agustus sudah ada pemenang,” paparnya, Kamis, (1/8/2024).
Dijelaskannya, penentuan pemenang tender dipasrahkan penuh kepada bagian pengadaan barang dan jasa. Pihaknya menargetkan akhir Agustus atau awal September sudah bisa memunculkan pemenang tender.
Sebab, deadline pekerjaan hanya tiga bulan. Semisal pemenang tender sampai Oktober 2024, maka secara otomatis pelaksanaan pekerjaannya akan tertunda di tahun 2025.
“Kalau nanti molor sampai bulan Oktober, maka ini tidak bisa dikerjakan, karena kaitannya dengan waktu,” ujarnya.
Diakuinya, pembangunan tahap II gedung perpustakaan itu, disebabkan pada saat pembangunan 2023 tidak tuntas. Hal itu disebabkan rekanan pemenang kontrak pembangunan gedung itu tidak mampu menepati target pekerjaan yang disepakati, sehingga diputus kontrak.
“Sekarang kan tinggal finishing, progressnya kan 60,13 persen, beda dengan pembangunan 2023, itu kan mulai dari nol,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan Mohammad Bahtiar Eko Firmansyah menyampaikan, jumlah peserta tender yang saat ini sudah ada 17 itu, dimungkinkan masih terus bertambah.
Namun demikian, pihaknya tidak tidak bisa menyebut data pendaftar secara detail, supaya proses tender bisa dilakukan secara profesional. Adapun untuk target, pihaknya mengaku akhir Agustus sudah ada pemenang tender.
“Jadi tender itu kan ada penawaran masuk, kemudian dievaluasi oleh pokja, setelah itu baru diumumkan pemenangnya,” ungkapnya
Untuk diketahui, pada 2023 lalu, angaran dari pembangunan gedung perpustakaan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp10 miliar, tetapi setelah ditender munculah angka Rp7,9 miliar.
Kemudian progres dari pembangunan yang dilakukan mencapai 60,13 persen, pasca diputus kontrak, sehingga Pemkab hanya membayar Rp4,8 miliar.
Adapun uang yang ditransfer pemerintah pusat ke daerah tidak penuh sebagaimana yang diteken kontrak Rp7,9, tetapi hanya sebesar Rp7,1 miliar. Maka dari itu, untuk pembangunan lanjutan di 2024 murni berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2024.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Miftahul Arifin





