KABAR MADURA | Menjelang musim haji 1447 H/2026 M, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pamekasan memastikan kesiapan keberangkatan jemaah telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 1.384 calon jemaah haji (CJH) asal Pamekasan dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 10 Mei 2026.
Kepala Kemenhaj Pamekasan H. Abdul Halim menyampaikan, secara umum kesiapan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah mendekati 100 persen. Seluruh dokumen penting, seperti paspor dan visa jemaah, juga hampir seluruhnya telah terbit.
Selain administrasi, aspek kesehatan menjadi perhatian utama, terutama dengan penguatan program Haji Ramah Lansia. Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat, khususnya bagi jemaah dengan risiko tinggi.
“Screening kesehatan tahun ini diperketat, terutama bagi jemaah risiko tinggi. Vaksinasi wajib seperti meningitis, polio, dan Covid-19 juga sudah hampir rampung secara keseluruhan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
TiDAK hanya itu, seluruh kebutuhan logistik, seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi, telah terintegrasi dalam sistem nasional untuk memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menanggapi isu konflik global yang sempat menimbulkan kekhawatiran, Abdul Halim menegaskan, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan, khususnya di wilayah Mekkah dan Madinah.
Meski terdapat sejumlah tantangan seperti penyesuaian mental jemaah dan potensi perubahan teknis penerbangan akibat situasi geopolitik, pemerintah memastikan hal itu tidak menjadi hambatan signifikan.
“Prinsip utama kami adalah keselamatan jemaah. Kami meminta jemaah tetap tenang karena pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang matang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Halim juga menekankan sejumlah hal penting kepada seluruh calon jemaah menjelang fase pelepasan. Jemaah diimbau untuk menjaga niat, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta mematuhi seluruh arahan petugas demi menjaga ketertiban bersama. Selain itu, kondisi fisik juga perlu dijaga agar tetap prima sebelum keberangkatan.
Saat ini, seluruh jemaah tinggal menunggu jadwal seremoni pelepasan resmi sebelum diberangkatkan menuju asrama haji sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Haji adalah ibadah kolektif yang membutuhkan kesabaran dan kebersamaan. Kami mengimbau jemaah untuk tidak panik, tetap fokus pada ibadah, dan memercayakan proses mitigasi kepada pemerintah,” tukasnya. (km96/zul)





