Ra Huda Siap Kawal Kemajuan dan Kemandirian Kepemudaan di Pulau Garam

Berita, Politik268 views

KABAR MADURA-Nurul Huda, sosok pemuda asal Kabupaten Sampang yang dikenal dengan slogan “Muda, Peduli, dan Progresif” ini resmi dilantik dan disumpah menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Dia dilantik dan diambil sumpahnya di gedung DPRD Jawa Tmur, Surabaya, Sabtu (31/8/2024).

Pria kelahiran tahun 1988 itu merupakan sosok pemuda yang dikenal sangat komunikatif dan bisa merangkul semua kalangan, utamanya para kawula muda. Ra Huda (sapaan akrabnya) berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Madura, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan.

Ra Huda melenggang ke Gedung Indrapura setelah melalui Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024. Berangkat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ra Huda berhasil memperoleh 141.067 suara di daerah pemilihan (dapil) Jatim XIV (Madura Raya).

Kepada Kabar Madura, Ra Huda menceritakan sepintas perjalanan karir politiknya hingga akhirnya terpilih menjadi wakil rakyat. Diakui bahwa perjalanannya tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang relatif cukup lama dalam berproses.

Bermula dari aktif di berbagai organisasi, meliputi Ansor, PMII, dan dipercaya menjadi ketua KNPI Sampang, sehingga banyak menempa diri dan belajar berbagai hal serta memperluas jaringan, baik di Sampang maupun ke berbagai daerah lainnya. Maka, melalui berbagai koneksi dan relasi itu, utamanya yang berkaitan dengan kepemudaan, akhirnya dia terpilih menjadi wakil rakyat.

“Berbekal pengalaman dan jejaring organisasi inilah kami berkeinginan untuk bagaimana menjadi representasi dari pemuda Madura melalui jalan dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jatim dapil Madura,” kata Ra Huda, yang juga masih menjabat sebagai ketua DPD KNPI Sampang itu.

Harapan Ra Huda, tidak lain adalah bisa dapat menginspirasi dan representasi para pemuda-pemuda Madura, khususnya Kabupaten Sampang, bahwa jangan sampai pemuda apatis terhadap politik praktis. Sebab, menurut dia, proses pengambilan kebijakan atau lainnya banyak ditempuh melalui jalur politik, karena tidak cukup jalur di luar politik, semisal mendorong lahirnya perda kepemudaan dan kebijakan lainnya yang berkaitan dengan kepemudaan, harus melalui jalur politik.

“Kami berkeinginan bagaimana pemuda-pemuda di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang ini bisa menjadi pemuda yang mandiri, bisa memberi contoh atau menjadi lokomotif pemuda di republik ini, sehingga cita-cita Indonesia emas tahun 2045 dapat tercapai, karena para pemudanya sudah tidak pragmatis, bisa belajar, baik politik, maupun ilmu yang lainnya,” ungkapnya.

Disinggung soal kendaraan politiknya, Ra Huda membeberkan alasan dalam menjatuhkan pilihannya menjadi kader dan anggota partai berlambang Ka’bah itu. Karena ada kedekatan dengan ketua DPC PPP Sampang saat ini.

Selain itu, untuk dapil Madura, petahana anggota DPRD Jatim dari PPP tidak mencalonkan diri. Dia melihat ada peluang yang relatif besar untuk maju dan bisa terpilih menjadi anggota DPRD Jatim. (sub/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *