KABAR MADURA | Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pamekasan Siran Wahyudi menilai pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman-H. Sukriyanto bisa saling melengkapi dalam merumuskan kebijakan untuk mengawal kepentingan masyarakat.
Menurutnya, Kiai Kholil sarat pengalaman di tatanan pemerintahan. Sementara Sukri adalah sosok yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat di tataran akar rumput. Sehingga Kiai Kholil-Sukri ini dianggap pasangan paling pas untuk dipercaya membawa Pamekasan berkemajuan.
“Pasangan K Kholil dan Sukri ini memang dibutuhkan masyarakat. Hampir kelemahan Kiai Kholil itu bisa ditutupi oleh seorang Sukriyanto,” jelasnya kepada Kabar Madura, Senin (16/9/2024).
Anggota DPRD Pamekasan itu menegaskan, pasangan yang dikenal dengan pasangan Kharisma ini merupakan representasi dari tokoh ulama dan pesantren, tokoh desa, dan tokoh masyarakat. Sehingga akan mampu menjadi pilar penopang dalam mendorong kemajuan di Pamekasan ke depan.
“Semua (aspirasi) elemen masyarakat di Kharisma bisa ditampung. Jadi itu juga yang membuat Demokrat bisa fight dan semangat mendukung Kharisma. Saya meyakini Kiai Kholil di sisa usianya ini bisa mengabdi kepada masyarakat sebaik mungkin,” paparnya.
Siran menjelaskan, pembangunan yang dilakukan Kiai Kholil saat memimpin Pamekasan beberapa tahun lalu masih melekat di pikiran masyarakat. Makanya, kepemimpinan pengasuh Pesantren Matsaratul Huda itu sangat dirindukan masyarakat. Apalagi, Kiai Kholil dikenal dengan penceramah yang menyejukkan.
Selain itu, ketika kalah pada Pilkada Pamekasan 2018 lalu, Siran memandang Kiai Kholil ini bisa menerima kekalahan dengan baik.
“Pesan moral ketika mengisi pengajian sangat menyentuh. Beliau kalah (Pilkada Pamekasan 2018) menjadi contoh kepada masyarakat, bahwa kekalahan bukan dalam arti memutuskan silaturrahim akan tetapi memperat dengan masyarakat,” ungkapnya. (rul/zul)





