Pasar Tradisional Sumenep Dinilai Sulit Dongkrak PAD

News99 views

KABAR MADURA | Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meyakini pasar tradisional yang mengelola pasar hewan yang paling potensial menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Keris ini.

Kepala UPT Pasar Sumenep Ibnu mengatakan, sedikitnya pihaknya mengelola empat pasar hewan. Tetapi, sejauh ini hanya satu pasar yang aktif. Sedangkan lainnya sejak tahun lalu mati suri.

“Karena kalau pasar hewan itu sulit diatur, kadang karena alasan kurang laku sehingga tidak dijual lagi,” kata dia.

Dia menyebutkan, ada beberapa pasar hewan, di antaranya pasar Dasuk, Ganding dan Gapura. Sedangkan yang aktif adalah di Pasar Lenteng saja. Sementara, semua pasar tradisional di ujung timur Pulau Madura ini ada 36 pasar.

Ibnu juga menuturkan, untuk sekarang ini dalam rangka membenahi pendapatan pasar harus bekerja keras, agar target PAD sebesar Rp 2 miliar tahun ini bisa tercapai. Sebab, saat ini pihaknya kesulitan untuk mencapai target tersebut.

JJS Kabar Madura

“Jadi pasar yang dapat menyumbang PAD itu ada 36, empat di antaranya merupakan pasar hewan,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, pasar-pasar tersebut yang tidak aktif sudah sejak tahun 2023. Pemicunya karena terdapat penyakit pada sapi. Sehingga, masyarakat yang memelihara sapi menjadi berkurang. Hal itu mengakibatkan pasar hewan menjadi sepi.

Sehingga, dengan tidak aktifnya pasar hewan tersebut sangat berdampak pada rencana capaian PAD. Pihaknya mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut. Makanya di awal-awal tahun pada sektor lain realisasinya dimaksimalkan.

“Sekarang sudah mencapai 70 persen targetnya. itu karena di awal kita genjot,” pungkasnya.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menilai, persoalan PAD pasar itu sudah lama, namun hingga saat ini masih belum terurai.

“Misalnya dengan mengupdate data pedagang, itu mungkin bisa membenahi sektor PAD ke depannya,” paparnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *