KABAR MADURA | Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep. Bahkan, berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ada beberapa kecamatan yang mengalami hujan selama tiga hari beruntun hingga saat ini.
Pada Minggu 22 September 2024, sejumlah wilayah yang dilanda hujan antara lain Kecamatan Kota, Giligenting, Pasongsongan, Rubaru, dan Kecamatan Batuan, kemudian pada Senin 23 September 2024 yakni di Kota Sumenep, Talango, Bluto, Saronggi, Lenteng, Guluk-guluk, Ganding, Pragaan, Rubaru, Dungkek, Batuan dan Kecamatan Gapura.
Hingga saat ini berlangsung pada Selasa 24 September 2024 di Kecamatan Guluk-guluk, Pasongsongan, Dasuk, Ambunten, Rubaru, dan Kecamatan Batuputih.
“Peringatan dini, potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai disertai kilat/petir dan angin kencang,” kata Kepala BMKG Sumenep Usman Khalid, Selasa (24/9/2024).
Menurutnya, hujan beruntun tersebut dapat berpengaruh pada kualitas tembakau, misalnya dijemur tidak kering dan lainnya. Selain itu, masyarakat diimbau waspada adanya angin kencang dan petir, juga para petani tembakau berhati-hati, khawatir tembakaunya kehujanan.
“Meski ada hujan, saat ini belum masuk musim hujan, namun sudah indikasi mengarah akhir pancaroba. Saat ini masih musim kemarau, tetapi potensi hujan juga ada apalagi saat ini masih hujan, esok hari masih akan terjadi hujan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Ach. Laili Maulidi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Sumenep Akh. Taufik mengimbau kepada masyarakat agar waspada bencana.
“Angin kencang dan petir perlu diwaspadai, untuk dana kebencanaan telah disiapkan, tetapi semoga tidak ada bencana ya,” bebernya. (imd/waw)





