KABAR MADURA | Mahakarya batik Pamekasan menjadi perbincangan yang sangat menarik dibahas. Terlebih, dengan adanya motif lokal yang diciptakan sendiri oleh masyarakat kota Gerbang Salam. Salah satunya, corak batik targitar. Setiap goresan dalam motif itu memiliki filosofi tersendiri. Itulah yang menjadi daya pikat masyarakat terhadap pola batik lokal tersebut.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Saat ini, corak batik targitar dikelola oleh generasi keempat ‘Nyi Leha Batik’. Namun, hingga sekarang masih tetap eksis. Hal itu terjadi karena tidak pernah lepas dari keindahan corak tersebut. Sri Wahyuni Fatmawati, generasi keempat penerus corak batik targitar, mengatakan, motif klasik dalam corak targitar memiliki filosofi menghibur, dedikasi, menghargai, dan kesabaran. Corak targitar dengan aksen klasik itu diharapkan bisa menghibur sebagaimana gitar dan membuat masyarakat senang serta tertarik terhadap batik lokal.
“Motifnya itu bukan pas seperti gitar pada umumnya, tapi hampir seperti gitar. Terus ada motif budu’ kalau kata orang tua dulu. Kayak gambar pentol,” terangnya, Senin (18/2024).
Menurut Yuni, pembuatan batik membutuhkan proses yang cukup panjang. Sehingga memerlukan dedikasi yang tinggi dan kesabaran ekstra, serta bagaimana menghargai sebuah proses.
Dirinya mempertahankan aksen klasik pada corak itu sebagai upaya untuk melestarikan warisan nenek moyangnya. Sebagai generasi keempat, Yuni tidak mengetahui secara pasti terkait tahun berapa diciptakan corak targitar tersebut. Namun yang pasti, nenek moyangnya telah memproduksi batik sejak zaman Belanda.
Namun, di masa sekarang perajin batik di bawah naungannya terkadang mengeluh atas pembuatan corak batik targitar tersebut. Sebab, dirasa terlalu rumit. Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha untuk bisa terus mempertahankan warisan leluhurnya itu dengan inovasi tanpa menghilangkan corak aslinya.
“Untuk penjualan motif ini (targitar) memang tidak semua orang beli. Hanya orang tertentu yang benar-benar menyukai motif dengan aksen klasik seperti motif targitar ini. Tapi sejauh ini penjualannya tidak hanya di lokal saja, beberapa wilayah di Indonesia juga ada pemesanan,” uangkapnya. (zul)





