Kabiro Kabar Madura Sumenep Beberkan Dampak Buruk Money Politic

Berita, News, Pilkada105 views

KABAR MADURA | Kepala Biro Kabar Madura Sumenep Fathor Rahman berbagi wawasan tentang pentingnya masyarakat berpartisipasi dalam politik, utamanya mahasiswa. Hal itu disampaikan pada acara sosialisasi yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur di Hotel el-Malik, Sumenep, Senin (18/11/2024).

Pada sosialisasi dalam rangka pengawasan partisipatif mengawal Pilkada 2024 yang demokratis dan bermartabat tersebut, jurnalis asal Pamekasan ini menyampaikan tentang pentingnya prinsip dalam memilih pemimpin.

“Baik itu di pilkada, pilkades dan pemilihan umum lainnya, jika rakyat masih memilih atas dasar uang, maka yang terpilih nanti sulit untuk memikirkan masyarakatnya,” kata Fathor Rahman di acara yang mengangkat tema Menyongsong Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur yang Demokratis, Berintegritas, dan Anti Politik Uang itu.

Baca Juga:  Tambang Ilegal Sedalam 50 Meter di Pamekasan Disorot, Pemkab Minta APH Tutup Lokasi Galian

Pria yang akrab disapa Oong itu juga menyampaikan bahwa pemimpin yang terpilih berdasarkan money politic, maka calon itu mempunyai beban atau tanggungan utang, disebabkan modal politik yang mahal.

“Maka setelah terpilih mereka memikirkan untuk bayar utang dulu,” lanjutnya.

Sehingga dia meminta kepada para audien yang terdiri dari para komunitas dan mahasiswa untuk dewasa berpolitik. Bukan iming-iming uang, tetapi memilih berdasarkan prinsip dan pemahaman terhadap komitmen para calon.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Jatim A. Warits. Dia juga menyampaikan kepada para mahasiswa dan para komunitas masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pengawasan pemilihan yang sehat.

Baca Juga:  Sambut HUT ke-14, Kabar Madura Usung Tema "Tangguh Bertumbuh" dengan Menggelar Jalan Sehat hingga Beragam Kegiatan 

Artinya, jika ada indikasi kecurangan, baik dalam memasuki masa hari tenang maupun pada pelaksanaan Pilkada Sumenep 2024, harus dilaporkan ke pihak yang berwenang.

“Jika dibebankan ke Bawaslu tentu nanti tidak akan mampu, masyarakat juga harus terlibat juga,” papar Warits. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *