Ada Muram di Balik Buket-Buket Indah Hari Guru

Berita, News244 views

KABAR MADURA | Selain upacara, dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) juga ada kebiasaan pemberian buket bunga dari siwa sebagai hadiah untuk guru tercintanya. Namun, di balik buket bunga dan hadiah itu, masih ada kesejahteraan yang belum sepenuhnya membaik, termasuk masih buramnya perlindungan terhadap guru.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

HGN yang selalu diperingati pada 25 November ini, kerap dilihat sebagai euforia harinya guru, kemudian dirayakan dengan beragam kegiatan.

Penampakan guru membawa pulang banyak buket bunga dan beragam hadiah lain akan mudah ditemui saat HGN. Hadiah itu diberikan murid untuk gurunya sebagai lambang ucapan terima kasih dan cinta.

Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pamekasan Jamil, peringatan HGN sebagai apresiasi kepada tenaga pendidik yang memiliki peran sentral dalam peradaban generasi. Oleh karena itu, para guru dituntut harus memiliki kompetensi yang mumpuni dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sayangnya, kesejahteraan para guru tidak sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang diembannya. Salah satunya, terkait guru honorer yang bayarannya jauh di bawah rata-rata standar. Belum lagi, nasib mereka untuk diangkat menjadi ASN digantung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

“Di data kami, sekitar 600-an guru di Pamekasan yang statusnya masih honorer. Makanya kami sangat mendukung dengan adanya program semua honorer untuk dijadikan PPPK atau PNS,” ungkap Jamil, Senin (25/11/2024).

Bukan hanya soal urusan kesejahteraan pendapatan, guru SMPN 1 Pamekasan itu juga menilai, perlindungan terhadap guru juga perlu menjadi atensi khusus dari pemerintah. Sebab, selama ini banyak kasus-kasus yang menyudutkan guru, seperti kasus yang beberapa terakhir viral; guru honorer ditangkap karena diduga memukul muridnya. Sementar guru tersebut tidak terbukti melakukan tindakan tersebut.

Jamil berharap, perhatian terhadap guru lebih dioptimalkan bagi pemerintah pusat maupun daerah. Tidak hanya cukup dengan peringatan hari guru yang dirayakan setiap tahunnya. Namun, pemerintah juga bisa memastikan kesejahteraan sosial dan perlindungan terhadap guru terjamin.

“Sesuatu yang membahagiakan perlu diapresiasi,” tutupnya kepada Kabar Madura. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *