Produksi Garam Pamekasan Berpotensi Menurun, Akhir Tahun 2024 Baru Capai 105.651,91 Ton

Berita, News166 views

KABAR MADURA | Capaian produksi garam di Pamekasan tahun ini berpotensi menurun dari tahun sebelumnya. Sebab, sejak awal November, sebagian para petambak atau petani garam sudah ada yang tidak berproduksi.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pamekasan Luthfie Asy’ari mengatakan, capaian produksi garam per Oktober mencapai 105.651,91 ton. Sementara produksi selama tahun 2023 mencapai 124.407 ton.

“Capaian yang 105.651,91 ton itu masih berpotensi. Karena di awal November masih ada yang memproduksi, tapi memang tidak begitu signifikan,” terangnya, Selasa (26/11/2024).

Disebutkan Luthfie, capaian produksi tahun ini ditengarai akan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal itu dipengaruhi oleh faktor cuaca. Menurutnya, musim kemarau di tahun 2023 lebih panjang dari tahun 2024. Sehingga, masa produksi garam tahun ini lebih terbatas sebab musim hujan lebih awal.

Dia mengatakan, dari 15 wilayah penghasil garam, terdapat tiga wilayah menjadi penyumbang terbanyak, yakni Desa Lembung 27 ribu ton, Desa Majungan 15,8 ton, dan Desa Bunder 14 ribu ton.

Luthfie menyebut, pihaknya memang tidak berwenang dalam mengawal harga garam. Namun, instansinya fokus pada produksi garam yang dihasilkan. Seperti memastikan kualitas dan capaian garam. Salah satunya melalui penggunaan geomembran atau pembinaan terhadap penggunaan teknologi sistem manajemen pengelolaan air lautnya.

“Penggunaan geomembran sudah 90 persen, rata-rata petambak sudah menggunakan itu,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/waw)

CAPAIAN PRODUKSI GARAM PAMEKASAN JANUARI-OKTOBER 2024

105.651,91 ton

Wilayah penghasil garam

Kecamatan Galis:

  • Polagan, Pandan, Konang, Lembung

Kecamatan Pademawu

  • Tanjung, Padellagan, Majungan, Pagagan, Baddurih, Dasuk, Bunder, Pademawu Timur

Kecamtan Tlanakan

  • Tlesah, Branta Tinggi, Branta Pesisir

Penghasil garam terbanyak periode Januari-Oktober

  • Desa Lembung 27 ribu ton
  • Desa Majungan 15,8 ton,
  • Desa Bunder 14 ribu ton

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *