Menilik Kisah Karir Rasti, Berawal Main Bola Serampangan, Jadi Profesional di Klub

Berita, News176 views

KABAR MADURA | Di tengah kesibukan akademik, ada ruang khusus untuk menyalurkan minat dan bakat bagi setiap pelajar. Salah satunya, lapangan olahraga. Rasti Setyaning Triesna, atlet futsal putri yang memilih memanfaatkan lapangan olahraga untuk menyalurkan hobinya dengan profesional sejak dia duduk di kelas XI SMA.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Karir Rasti di lapangan futsal berawal dari hobinya, yang hanya main serampangan dengan kawan sebaya waktu kecil. Niat menyeriusi hobi, dia masuk ke salah satu klub profesional untuk mengasah bakatnya tersebut. Kini, dia akan memperkuat tim futsal putri Pamekasan di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur di Surabaya.

“Awal mula masuk club sportivo pada tahun 2022. Sebelum itu, sejak kecil suka main bola sama teman-teman,” ungkap Rasti, Rabu (4/12/2024).

Gadis kelahiran 15 November 2007 itu mengatakan, sebagai perempuan, perjalanan karirnya sebagai atlet futsal tidak mudah. Berkali-kali mengalami cedera. Terparah, pernah suatu ketika mengalami cedera lutut yang membuatnya kesakitan saat berlari. Namun, kondisi semacam itu tidak membuat Rasti terhenti menjadi atlet berprestasi.

Rasti mencoba memberikan performa yang optimal untuk memperkuat timnya di Kejurprov Jatim di pekan kedua Desember 2024 ini. Oleh karena itu, dia giat berlatih untuk kemenangan timnya. Bahkan, kata perempuan dengan tinggi badan 150 cm tersebut, akan terus menjadi atlet dan terus aktif mengikuti kejuaraan hingga batas usia yang tidak memperbolehkannya ikut.

Menurutnya, tidak ada batasan lain yang bisa membuatnya berhenti menjadi atlet, meski dirinya sebagai seorang perempuan.

“Menjadi atlet terinspirasi dari kakak, yang kebetulan atlet juga. Jadi saya ingin melampaui dia,” ujar Rasti yang berpenampilan tomboy itu.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet menuju Kejurprov yang akan datang, Rasti juga sedang menyandang status sebagai mahasiswa semester I di STKIP PGRI Sumenep. Namun, dia tetap memenuhi kewajibannya sebagai pelajar. Bagi Rasti, pendidikan tetap menjadi poin yang tidak kalah penting dalam hidupnya.

“Kemarin pernah ikut porprov. Selebihnya kejuaraan antar klub,” tegas perempuan asal Desa Konang, Kecamatan Galis tersebut. (zul)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *