Kisah Menarik Salsa Bila Lina Rahman; Sukses di Dunia Perdutaan hingga Piawai Main Futsal

Berita, News554 views

KABAR MADURA | Membangun personal branding di setiap individu bisa dilakukan melalui berbagai hal. Bisa dengan hobi, kemampuan, dan lainnya. Bergantung pada bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada dalam diri. Itulah yang dilakukan oleh Salsa Bila Lina Rahman, gadis cantik kelahiran tahun 2005.

PAMEKASAN, SAFIRA NUR LAILY

Selain menjadi atlet futsal perempuan, Salsa juga mahir di dunia duta. Hal itu terbukti saat  dirinya juara runner up dan juara favorit Potra-Potri Batik Madura. Padahal, selama proses seleksi pemilihan duta tersebut, ia juga harus mempersiapkan diri untuk bertanding di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim 2024.

Karir Salsa sebagai atlet futsal berawal dari hobi semasa ia duduk di bangku SMP. Saat itu, dirinya hanya mengandalkan ekstrakurikuler sekolah untuk mengembangkan hobinya tersebut. Beranjak ke bangku  SMK, hobi futsal menjadi kecintaan tersendiri bagi gadis yang kini semester 3 Fakultas Hukum di Universitas Madura itu. Ia mulai bergabung dengan club futsal dan mengembangkan potensi yang ada di dalamnya melalui pertandingan antarklub.

“Awal-awal mendapatkan pertentangan dari keluarga karena main futsal. Tapi, saya buktikan dengan kemenangan di setiap pertandingan yang saya ikuti. Akhirnya sekarang didukung penuh,” jelasnya, Rabu (11/12/2024).

Menurutnya, futsal bagian dari pembentukan karakter dalam dirinya. Sebab bagi Salsa, futsal memberikan adrenalin yang berbeda, terutama dalam membentuk mentalnya. Kini, ia dipercaya mewakili Pamekasan untuk berlaga di Kejurprov Jatim 2024.

Di sisi lain, di balik kepiawaiannya bermain futsal, gadis dengan tinggi badan 158 cm itu juga berhasil menyandang status sebagai Duta Potra Potri Batik Madura 2024. Kiprahnya di dunia duta, tidak lepas dari rasa sukanya terhadap sesuatu hal yang baru. Salsa ingin terkenal di semua bidang, tidak hanya sebagai atlet futsal. Sebab, bagi Salsa, membentuk personal branding di segala sektor wajib dilakukan.

“Persiapan Potra Potri Batik ini bersamaan dengan persiapan di Kejurprov. Jadi memang harus bagi waktu sebaik mungkin, tapi untungnya jadwal latihan futsal dengan karantina (seleksi duta) tidak pas berbarengan,” terang Duta Kampus Universitas Madura 2024 itu.

Sebagai Potra Potri Batik, Salsa ingin berkontribusi lebih terhadap kemajuan Batik Madura, terlebih di Pamekasan yang juga terkenal sebagai kota batik. Melalui status barunya itulah, ia ingin meningkatkan edukasi, kolaborasi, dan promosi terkait batik, agar batik lokal bisa terkenal lebih luas.

“Sebenarnya, batik bisa kita inovasikan dengan beragam cara. Tidak hanya soal kain saja. Itulah yang ingin saya kampanyekan,” tutup perempuan yang bercita-cita menjadi pengacara itu. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *