KABAR MADURA | Parsad Barkah Pamungkas, belum satu bulan menjabat sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan. Artinya, ia harus beradaptasi dengan lingkungan sosial Kota Gerbang Salam yang baru saja ia tempati. Rupanya, hal itu sudah biasa bagi pria kelahiran 5 Juni 1980 itu untuk lekas beradaptasi dari wilayah yang satu ke yang lain.
PAMEKASAN, SAFIRA NUR LAILY
Sejak menjatuhkan pilihan ke dunia statistik, Parsad sudah tahu tentang risiko yang akan dihadapi, mulai dari harus berhadapan dengan data-data, angka, grafis, hingga mutasi tempat kerja. Awal karirnya sebagai penyaji data, sejak tahun 2002. Saat itu, Parsad ditempatkan di salah satu kabupaten pelosok di Provinsi Sulawesi Selatan.
Berselang 15 tahun kemudian, ia harus bergeser ke Maluku Utara, yakni dari 2017 hingga 2022. Tidak berhenti di situ, bapak lima anak itu melanglang buana dari wilayah satu ke yang lain, hingga saat ini berada di Bumi Ratu Pamelingan.
“Itu sudah risiko pekerjaan. Dimana pun tempatnya, kuncinya adalah silaturahmi yang baik dengan forkopimda, tokoh masyarakat, dan lainnya,” jelas pria asal Yogyakarta itu.
Bagi Parsad, melalui tempat yang berbeda-beda, ia bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berbeda pula. Justru itulah yang membuat menarik perjalanan hidupnya. Menurut dia, setiap daerah memiliki kultur sosial yang berbeda. Sehingga hal itu bisa menambah ilmu dan wawasan baru yang dipelajari.
Suatu ketika, kata pria yang kini tinggal di Jalan Pintu Gerbang itu, dirinya pernah didemo bahkan diancam keselamatannya karena data yang dihasilkan, utamanya saat mendata registrasi sosial ekonomi (regsosek). Namun, kondisi itu tidak menyurutkan pengabdiannya sebagai penyaji data.
“Masyarakat itu beranggapan, kalau sudah ada pendataan apapun itu, pasti akan dapat bantuan. Jadi, mereka yang tidak masuk data komplain,” terangnya.
Mulanya, kata Parsad, terjun di dunia statistik bukan pilihannya. Namun, karena terjebak keadaan ekonomi, akhirnya ia kuliah khusus statistika yang terbilang gratis. Namun, kendati bukan pilihan pertamanya, Parsad cukup menikmati setiap proses yang dilaluinya, hingga saat ini ia menjabat sebagai kepala BPS.
Parsad berharap, bisa terus berkontribusi di seluruh wilayah. Sebab, menurutnya, setiap tempat baru, pasti ada pengalaman, ilmu, dan saudara baru, serta tantangan yang berbeda.
“Setiap kepindahan tentu semuanya atas persetujuan istri. Untuk anak-anak syukurnya bisa memahami tanggung jawab saya, mengapa harus pindah-pindah tempat. Jadi mereka sudah terbiasa,” tutupnya. (zul)





