KABAR MADURA | Moh. Tahir, sebagai guru Fisika yang kini menjabat sebagai kepala sekolah (kepsek) di SMAN 1 Arjasa, Sumenep. Pengabdiannya di dunia pendidikan luar biasa. Menjelang masa pensiun, Ia mempersembahkan prestasi gemilang. Pada 2 Januari 2025, lembaganya menyabet penghargaan sebagai sekolah terbaik kategori bermoral dan berkarakter tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Sumenep, dan menjadi sekolah Adiwiyata.
IMAM MAHDI, SUMENEP
Kemampuan Moh. Tahir memimpin, sangat dapat dirasakan. Sebab, dirinya mampu memanajemen lembaga, mendidik siswa dengan baik dan berkualitas. Alhasil, siswanya berhasil meraih berbagai prestasi.
Pada akhir tahun 2024, siswa SMAN 1 Arjasa, Sumenep, menyabet juara 1 Tapak Suci Kelas C tingkat nasional, juara 1 Tapak Suci Kelas E tingkat nasional, dan juara 1 Tapak Suci B tingkat nasional di Surabaya.
Moh. Tahir mengatakan, semenjak menjadi guru, pihaknya memang berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Sumenep. “Sekolah kepulauan akan menjadi target utama bahwa siswa-siswanya harus dapat bersaing di kancah nasional,” katanya, Minggu (5/1/2025).
Prestasi-prestasi itu, kata Moh. Tahir, merupakan simbol. Tetapi yang sangat penting adalah bagaimana siswa-siswa terus mengamalkan ilmunya, utamanya tentang moral dan karakter siswa. Hal itu yang sangat amat penting. “Kesuksesan dalam mengayomi siswa adalah menanamkan moral dan akhlak yang sangat mulia,” ujarnya.
Perjalanan Tahir sebagai seorang guru Fisika dimulai sejak Januari 1990, dia ditugaskan di Timor-timur (saat ini Negara Timor Leste). Di sana, dia mengabdikan diri selama 9 tahunan. Kemudian, pada 1999, dia dimutasi ke SMAN 1 Kalianget. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Kepsek di SMAN 1 Banyuates pada 1 Mei 2020. Pada 1 Desember 2022, dia dipindah ke SMAN 1 Arjasa Sumenep hingga saat ini.
Selam 2 tahun menjadi Kepsek di SMAN 1 Arjasa Sumenep, banyak hal yang sudah dilakukan bahkan meraih prestasi akademik dan prestasi nonakademik. Termasuk mendapatkan penghargaan piala bergilir kategori bermoral berkarakter ini termasuk sebagai sekolah Adiwiyata Sumenep.
“Saya juga sudah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya,” kata pria yang sudah berumur 58 tahun ini. (Imd/din)





